Mahasiswa Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Dukung Konser HUT Bhayangkara Tetap Berjalan: Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam dan Wujud Nyata Polri Bersama Masyarakat

- Editor

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ahli Ikhwanta K, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan konser dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang dilaksanakan di Mapolda Aceh. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam yang berlaku di Aceh, karena pelaksanaannya telah memperhatikan norma agama, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat Aceh.

Ahli Ikhwanta K menilai bahwa peringatan HUT Bhayangkara merupakan momentum penting bagi Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Aceh, untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Kegiatan yang dikemas secara terbuka dan humanis tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam membangun komunikasi yang harmonis, menciptakan rasa aman, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Penyelenggaraan konser HUT Bhayangkara di Mapolda Aceh tidak dapat serta-merta dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Dalam pelaksanaannya, panitia telah memperhatikan berbagai aspek yang berkaitan dengan norma agama dan budaya Aceh. Bahkan, pengaturan lokasi antara laki-laki dan perempuan dilakukan secara terpisah, mulai dari pintu masuk hingga area penonton. Hal ini menunjukkan adanya upaya serius untuk menjaga nilai-nilai syariat yang berlaku di Aceh,” ujar Ahli Ikhwanta K.

Ia menjelaskan bahwa syariat Islam tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga harus dilihat dari tujuan dan substansi pelaksanaan suatu kegiatan. Selama sebuah kegiatan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam serta tetap menjaga norma kesopanan, ketertiban, dan kemaslahatan masyarakat, maka kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari ruang interaksi sosial yang positif.

Menurutnya, keberadaan Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi publik secara langsung patut diapresiasi selama dilaksanakan dengan memperhatikan aturan yang berlaku.

“Saya mengapresiasi kebijakan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs Marzuki Ali Basyah, M.M. yang memilih menyelenggarakan rangkaian HUT Bhayangkara di lingkungan Mapolda Aceh. Kebijakan ini menunjukkan wajah Polri yang lebih humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat. Ini juga menjadi pesan bahwa kantor kepolisian bukanlah tempat yang menakutkan bagi masyarakat, melainkan institusi yang hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi,” katanya.

Lebih lanjut, Ahli Ikhwanta K menilai bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun hubungan yang lebih baik antara masyarakat dan aparat kepolisian. Dalam beberapa tahun terakhir, Polri terus berupaya meningkatkan pelayanan publik serta memperkuat pendekatan yang lebih persuasif dan humanis. Kehadiran masyarakat dalam kegiatan HUT Bhayangkara menjadi salah satu indikator bahwa ruang interaksi antara Polri dan masyarakat semakin terbuka.

Baca Juga:  Polres Aceh Tengah Dukung Ketahanan Pangan, Monitoring Pembelian Jagung Petani oleh Bulog Takengon

Ia menambahkan bahwa Aceh membutuhkan suasana yang harmonis, aman, damai, dan kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, dan ibadah dengan nyaman. Dalam konteks tersebut, sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa Polri hadir bersama mereka. Kedekatan emosional antara masyarakat dan kepolisian akan menciptakan rasa saling percaya, sehingga berbagai persoalan sosial dan keamanan dapat diselesaikan dengan lebih baik melalui kerja sama yang kuat,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat penyelenggaraan HUT Bhayangkara secara objektif dan proporsional. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokratis, namun tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun narasi yang dapat memecah belah persatuan masyarakat.

“Saya menghimbau kepada pihak-pihak yang berupaya menggiring opini negatif terhadap penyelenggaraan HUT Bhayangkara dengan cara membenturkannya dengan syariat Islam agar lebih bijaksana dalam menyampaikan pandangan. Kritik tentu merupakan bagian dari demokrasi, namun hendaknya disampaikan secara konstruktif dan berdasarkan fakta yang objektif, bukan melalui asumsi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kepercayaan kepada institusi negara harus dibangun melalui dialog, komunikasi, dan sikap saling menghormati. Dalam hal ini, Polda Aceh dinilai telah menunjukkan komitmennya untuk tetap menjaga nilai-nilai syariat Islam dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang syariah dan hukum, Ahli Ikhwanta K berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga suasana yang kondusif di Aceh serta mendukung berbagai upaya yang bertujuan memperkuat hubungan antara masyarakat dan institusi negara.

“Pada akhirnya, tujuan kita bersama adalah mewujudkan Aceh yang harmonis, aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Selama kegiatan dilaksanakan dengan tetap menghormati nilai-nilai syariat Islam dan norma yang berlaku, maka sudah sepatutnya kita memberikan dukungan dan apresiasi terhadap upaya-upaya yang mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lagi, Tangkap Pengguna dan Pengedar, Polres Aceh Tengah Ungkap 2 Jaringan Kurir dan Pengedar di Aceh Utara
Safari Subuh Dandim Aceh Tengah Satukan Forkopimda dan Warga, Masjid Ar-Rahmah Dipenuhi Jamaah
Di Tengah Keterbatasan, RSUD H. Sahudin Kutacane Mulai Bangkit di Bawah Kepemimpinan dr. MHD Al Fazri, Sp.B
Wujud Kepedulian Babinsa, Latih PBB Siswa SMA Negeri 10 Takengon
‎PPA Perkuat Sinergi dengan Bupati Aceh Tengah dalam Penanganan Limbah Pascabencana Banjir dan Longsor
Bank Aceh Serahkan Dividen Rp. 3,2 Miliar kepada Pemkab Aceh Tengah, Tambah Pendapatan Daerah untuk Pembangunan
Bupati Aceh Tengah Beri Arahan dan Motivasi kepada Paskibraka, Tekankan Disiplin, Integritas, dan Kebanggaan Mengibarkan Merah Putih
Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp. 400 Juta untuk Masyarakat Aceh Tengah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Lagi, Tangkap Pengguna dan Pengedar, Polres Aceh Tengah Ungkap 2 Jaringan Kurir dan Pengedar di Aceh Utara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:11 WIB

Safari Subuh Dandim Aceh Tengah Satukan Forkopimda dan Warga, Masjid Ar-Rahmah Dipenuhi Jamaah

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:38 WIB

‎Pembangunan Jembatan Beton di Rusip Antara Terus Berlanjut, Progres Capai 9,3 Persen

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Wujud Kepedulian Babinsa, Latih PBB Siswa SMA Negeri 10 Takengon

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:59 WIB

‎PPA Perkuat Sinergi dengan Bupati Aceh Tengah dalam Penanganan Limbah Pascabencana Banjir dan Longsor

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:25 WIB

Bank Aceh Serahkan Dividen Rp. 3,2 Miliar kepada Pemkab Aceh Tengah, Tambah Pendapatan Daerah untuk Pembangunan

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Bupati Aceh Tengah Beri Arahan dan Motivasi kepada Paskibraka, Tekankan Disiplin, Integritas, dan Kebanggaan Mengibarkan Merah Putih

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp. 400 Juta untuk Masyarakat Aceh Tengah

Berita Terbaru

Aceh Tengah

Wujud Kepedulian Babinsa, Latih PBB Siswa SMA Negeri 10 Takengon

Selasa, 4 Agu 2026 - 09:02 WIB