Kutacane – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Sahudin Kutacane merupakan tumpuan harapan ribuan masyarakat Aceh Tenggara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Ketika seseorang jatuh sakit, mengalami kecelakaan, atau membutuhkan penanganan darurat, rumah sakit inilah yang menjadi tujuan utama. Karena itu, setiap perubahan yang terjadi di rumah sakit akan langsung dirasakan oleh masyarakat.
Ketua KALIBER Aceh menyampaikan apresiasi kepada Direktur RSUD H. Sahudin Kutacane, dr. MHD Al Fazri, Sp.B, yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam membenahi pelayanan rumah sakit sejak dipercaya memimpin.
Menurut Ketua KALIBER Aceh, saat dr. MHD Al Fazri menerima amanah sebagai Direktur, kondisi rumah sakit menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan fasilitas, kebutuhan obat-obatan, pembenahan pelayanan, hingga berbagai persoalan internal menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan.
“Memimpin rumah sakit dalam kondisi seperti itu tentu bukan perkara mudah. Banyak orang mungkin hanya melihat hasil akhirnya, tetapi tidak melihat beratnya tantangan yang harus dihadapi sejak hari pertama beliau memimpin,” ujar Ketua KALIBER Aceh.
Ia mengatakan, membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit membutuhkan kerja keras, konsistensi, serta keberanian mengambil keputusan. Menurutnya, perubahan memang tidak bisa terjadi dalam waktu singkat, tetapi harus dilakukan sedikit demi sedikit dengan komitmen yang kuat.
Dalam pengamatan KALIBER Aceh, RSUD H. Sahudin Kutacane kini mulai menunjukkan perubahan. Pelayanan dinilai semakin tertata, lingkungan rumah sakit tampak lebih baik, dan masyarakat mulai kembali menaruh harapan terhadap pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut.
Yang paling penting, lanjutnya, adalah perubahan pola pikir dalam pelayanan. Pasien tidak boleh dipersulit ketika datang mencari pertolongan. Rumah sakit harus menjadi tempat yang memberikan rasa aman, bukan menambah beban bagi keluarga yang sedang menghadapi kondisi sulit.
“Ketika seseorang datang ke rumah sakit, yang mereka bawa bukan hanya penyakit, tetapi juga kecemasan dan harapan. Karena itu, pelayanan yang cepat, ramah, dan mengutamakan keselamatan pasien adalah kebutuhan yang sangat penting,” katanya.
Ketua KALIBER Aceh menilai salah satu hal yang patut diapresiasi adalah komitmen dr. MHD Al Fazri yang disebut selalu menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas. Selain itu, upaya menyederhanakan pelayanan agar masyarakat tidak menghadapi prosedur yang berbelit-belit dinilai sebagai langkah positif.
“Rumah sakit yang baik bukan hanya dinilai dari gedungnya, tetapi juga dari cara melayani masyarakat. Ketika pasien merasa dihargai, didengar, dan ditangani dengan baik, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Ia berharap pembenahan yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketersediaan obat-obatan, peralatan medis, kebersihan lingkungan rumah sakit, serta disiplin pelayanan harus terus menjadi perhatian agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Lebih jauh, Ketua KALIBER Aceh menyampaikan bahwa keberhasilan membangun pelayanan kesehatan bukan hanya menjadi tanggung jawab direktur, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh tenaga kesehatan, pegawai rumah sakit, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Kita ingin melihat RSUD H. Sahudin Kutacane menjadi rumah sakit yang benar-benar dibanggakan masyarakat Aceh Tenggara. Tempat di mana setiap pasien diperlakukan dengan hormat, mendapatkan pelayanan yang layak, dan pulang dengan membawa harapan,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Ketua KALIBER Aceh juga mengapresiasi keputusan Bupati Aceh Tenggara yang memberikan kepercayaan kepada dr. MHD Al Fazri, Sp.B untuk memimpin RSUD H. Sahudin Kutacane.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Aceh Tenggara atas kepercayaan yang diberikan kepada dr. MHD Al Fazri. Kami berharap dukungan terhadap pembenahan rumah sakit terus berlanjut, sehingga pelayanan kesehatan di Aceh Tenggara semakin berkualitas, profesional, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.”






