Aceh Tengah – Masyarakat Desa Merah Mege, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (28/5/2026).
Kegiatan penyembelihan hewan kurban dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berlangsung dengan tertib serta penuh semangat kebersamaan. Tradisi tahunan tersebut menjadi bentuk ibadah sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga desa.
Reje Desa Merah Mege, Winarso, menyampaikan bahwa pada Iduladha tahun ini masyarakat menyembelih sebanyak 13 ekor hewan kurban yang terdiri dari 11 ekor sapi dan 2 ekor kambing.
“Alhamdulillah, tahun ini masyarakat Desa Merah Mege kembali melaksanakan penyembelihan hewan kurban dengan penuh kebersamaan. Kegiatan dimulai sejak pagi dan hingga saat ini masih berlangsung,” ujar Winarso.
Ia juga menjelaskan bahwa Desa Merah Mege memiliki tiga dusun dengan jumlah sekitar 300 kepala keluarga (KK). Seluruh masyarakat turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan kurban tersebut melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.

Menurut Winarso, Hari Raya Idul adha menjadi momentum untuk meningkatkan keikhlasan dalam berbagi dan berkurban demi mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Makna Idul adha bukan hanya menyembelih hewan kurban, tetapi bagaimana kita belajar ikhlas, peduli terhadap sesama, dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam pembagian daging kurban, pemerintah desa turut memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih, seperti anak stunting, ibu hamil, dan anak kurang gizi.
“Untuk anak stunting, ibu hamil, dan anak kurang gizi, porsinya akan ditambahkan sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap kesehatan masyarakat,” jelas Winarso.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Aman Desi, bersama seluruh panitia dinilai mampu menjalankan kegiatan dengan baik dan tertib, mulai dari proses penyembelihan hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat.
Camat Atu Lintang, Maikul Saleh, turut memberikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat Desa Merah Mege dalam melaksanakan ibadah kurban.
Menurutnya, semangat masyarakat dalam berkurban mencerminkan nilai keikhlasan dan kepedulian sosial yang harus terus dijaga.
“Idul adha mengajarkan kita tentang pengorbanan dan keikhlasan. Melalui kurban, masyarakat diajak untuk berbagi rezeki dan meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Maikul Saleh.
Ia juga berharap tradisi kebersamaan dan gotong royong seperti ini dapat terus dipertahankan sehingga hubungan sosial antarwarga semakin harmonis dan kuat.
Dengan terlaksananya kegiatan kurban tersebut, diharapkan semangat berbagi, gotong royong, dan nilai keikhlasan dalam beribadah dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Merah Mege pada tahun-tahun mendatang.






