Takengon, 26 Agustus 2026 — Pemerintah Kampung Keramat Mupakat meluncurkan inovasi “Sagi Bergegure”, sebuah taman baca sekaligus ruang bermain dan belajar bagi anak-anak. Inovasi ini menjadi bagian dari komitmen kampung dalam memperluas akses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif (HI).
Launching tersebut dihadiri Tim Pokja Bunda PAUD Kabupaten Aceh Tengah, Ibu Eliva Rosa, Ibu Desi selaku Ketua DWP Kemenag, serta Kasi PAUD Dinas Pendidikan Aceh Tengah. Turut hadir Bunda PAUD Kampung Keramat Mupakat, Rahma Jelita, S.Pd., dan Reje Kampung Keramat Mupakat, Iman Ahmadi, S.Pd.I.
Bunda PAUD Rahma Jelita, S.Pd. bersama pemerintah kampung berkomitmen memberikan pelayanan kepada anak-anak yang belum terlayani PAUD, khususnya anak dari keluarga dengan kondisi ekonomi lemah. Melalui Sagi Bergegure, anak-anak diberikan ruang untuk membaca, bermain, bersosialisasi, serta mendapatkan stimulasi perkembangan sesuai usia.
Dalam kegiatan tersebut, Reje Iman Ahmadi, S.Pd.I. menekankan pentingnya penerapan konsep PAUD Holistik Integratif (HI). Menurutnya, pendidikan anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.
“Sagi Bergegure merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kampung Keramat Mupakat untuk memastikan anak-anak mendapatkan ruang tumbuh dan belajar yang layak. Bagi warga yang memiliki keperluan di kantor kampung, anak-anak juga tidak perlu hanya menunggu, karena telah tersedia wahana bermain dan taman baca yang aman dan edukatif,” ujar Iman Ahmadi.
Inovasi ini diharapkan menjadi contoh bahwa kantor kampung bukan hanya tempat pelayanan administrasi, tetapi juga dapat menjadi ruang pelayanan sosial dan pendidikan bagi masyarakat, khususnya bagi anak usia dini.
Pemerintah Kampung Keramat Mupakat akan terus memperkuat kolaborasi dengan Bunda PAUD, Dinas Pendidikan, Kemenag, kader, orang tua, dan masyarakat untuk mewujudkan PAUD yang inklusif, bermutu, dan tidak meninggalkan anak-anak dari keluarga kurang mampu.






