Proyek PLTA Peusangan 1 & 2 Berlarut-larut, KNPI Aceh Tengah Desak Menteri ESDM Turun Tangan

- Editor

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKENGON – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Aceh Tengah, Feri Yanto, S.P., mendesak Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia untuk segera meninjau dan mengevaluasi total proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan 1 & 2.

Desakan ini disampaikan seiring dengan penilaian bahwa pengerjaan proyek strategis tersebut terkesan sangat lamban dan penyelesaiannya terus berlarut-larut.

Feri menyoroti target operasional (Commercial Operation Date/COD) proyek yang terus berubah-ubah dan bergeser dari tahun ke tahun tanpa kepastian yang jelas, molornya megaproyek ini merupakan cerminan dari ketidakprofesionalan pihak PT PLN (Persero) dalam mengelola pengerjaan serta menyelesaikan berbagai dinamika kendala di lapangan.

“Ini bentuk ketidakprofesionalan PLN dalam pengerjaan dan penyelesaian persoalan di lapangan. Dampak dari terhambatnya proses pekerjaan ini sangat merugikan masyarakat dan juga keuangan negara,” tegas Feri dalam keterangannya, Sabtu (23/5).

Lebih lanjut, Ketua KNPI Aceh Tengah ini menjelaskan bahwa kehadiran PLTA Peusangan 1 & 2 sudah berada pada taraf yang sangat mendesak (urgen). Selama ini, wilayah Aceh Tengah pada khususnya, dan Provinsi Aceh pada umumnya, masih sangat bergantung pada pasokan arus listrik dari Provinsi Sumatra Utara.

Baca Juga:  Jayalah Terus Polri! Bupati Haili Yoga Pimpin HUT Bhayangkara ke-79 di Aceh Tengah

Ketergantungan ini kerap menimbulkan masalah baru, mengingat jalur distribusi logistik daya dari Sumatra Utara sering kali mengalami gangguan teknis yang berujung pada pemadaman listrik secara berkala di wilayah Aceh.

“Aceh sangat membutuhkan kemandirian energi. Ketergantungan pasokan listrik dari Sumatra Utara yang seringkali bermasalah membuat pengoperasian PLTA Peusangan 1 & 2 ini sudah sangat mendesak. Kami meminta Menteri ESDM tidak tinggal diam dan segera mengevaluasi kinerja PLN di proyek ini,” pungkas Feri Yanto.

Proyek PLTA Peusangan yang memanfaatkan aliran Sungai Peusangan ini sejatinya diproyeksikan menjadi tulang punggung (backbone) kelistrikan energi terbarukan di tanah Gayo dan sekitarnya. Namun, ketidakpastian target rampungnya proyek terus memicu kritik dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kepemudaan.

Berita Terkait

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bersama Warga Laksanakan Karya Bakti Pemasangan Pipa Air Bersih di Kute Panang
‎Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 04/Bintang Gelar Komsos Bersama Warga Desa Genuren
‎Bupati Aceh Tengah Diminta Pertimbangkan Kembali Penunjukan Plt Direktur RSUD Datu Beru
Bersejarah, Ribuan Murid Ikuti Prosesi Adat Munyerahni Murid Ku Tengku Guru di Aceh Tengah
Perkuat Sinergitas, Polres Aceh Tengah Silaturahmi ke Kejari dan Kodim 0106/Aceh Tengah
‎Babinsa Koramil 06/Jagong Hadiri Musyawarah Rembuk Stunting di Desa Paya Tungel
‎Wujud Kepedulian Babinsa, Serda Baihaki Gotong Royong Bersama Warga di Desa Arul Gading
Diduga Ada Kutipan Rp7 Juta hingga Rp15 Juta untuk Pembuatan LKPJ Desa, KALIBER Aceh pertanyakan kinerja Inspektorat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:25 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bersama Warga Laksanakan Karya Bakti Pemasangan Pipa Air Bersih di Kute Panang

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:22 WIB

‎Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 04/Bintang Gelar Komsos Bersama Warga Desa Genuren

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:40 WIB

‎Bupati Aceh Tengah Diminta Pertimbangkan Kembali Penunjukan Plt Direktur RSUD Datu Beru

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:21 WIB

Bersejarah, Ribuan Murid Ikuti Prosesi Adat Munyerahni Murid Ku Tengku Guru di Aceh Tengah

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:58 WIB

‎Babinsa Koramil 06/Jagong Hadiri Musyawarah Rembuk Stunting di Desa Paya Tungel

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:54 WIB

‎Wujud Kepedulian Babinsa, Serda Baihaki Gotong Royong Bersama Warga di Desa Arul Gading

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:48 WIB

Diduga Ada Kutipan Rp7 Juta hingga Rp15 Juta untuk Pembuatan LKPJ Desa, KALIBER Aceh pertanyakan kinerja Inspektorat

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:24 WIB

Aset Rakyat Diduga Berubah Jadi Kendaraan Pribadi, Bupati Aceh Tenggara Diminta Tertibkan Mobil Dinas Berpelat Hitam

Berita Terbaru