Rakyat Aceh Tenggara Jadi Korban Jaringan Telkomsel, RSUD Sahudin Terancam Dimaki Publik

- Editor

Rabu, 11 Februari 2026 - 03:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Kesabaran rakyat Aceh Tenggara kian menipis. Jaringan Telkomsel yang sering putus, tenggelam, dan mati tanpa sebab telah berubah menjadi musuh diam-diam pelayanan publik, terutama di sektor kesehatan.

Setiap kali jaringan Telkomsel bermasalah, rakyat yang datang berobat jadi korban. Pendaftaran terhenti, data pasien tak bisa masuk, BPJS terganggu, dan pelayanan RSUD Sahudin Kutacane lumpuh. Namun yang jadi sasaran amarah rakyat justru dokter, perawat, dan manajemen rumah sakit, bukan Telkomsel sebagai penyebab utama.

Ketua KALIBER Aceh menegaskan, kerusakan jaringan ini adalah bentuk pembiaran terhadap penderitaan rakyat. Rumah sakit dipaksa bekerja dengan sistem online, tapi jaringan disediakan setengah-setengah. Akibatnya, rakyat dipermainkan, tenaga medis ditekan, dan pelayanan kesehatan dipermalukan di depan publik.

“Jangan salahkan RSUD Sahudin kalau pelayanan lambat. Salahkan Telkomsel yang tidak becus menyediakan jaringan. Jangan biarkan rakyat memaki rumah sakit, sementara pelaku kerusakan menikmati keuntungan,” tegas Ketua KALIBER Aceh.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, amarah rakyat Aceh Tenggara akan meledak. Ketika orang sakit tak terlayani karena jaringan mati, itu bukan sekadar gangguan teknis — itu penghinaan terhadap hak hidup rakyat kecil.

Baca Juga:  Dana Jamuan dan Proyek Fisik Diduga Bermasalah, Kaliber Akan Surati Sekda Aceh Tenggara

KALIBER Aceh mengajak masyarakat membuka mata:
Siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas macetnya pelayanan?
Siapa yang menikmati pulsa dan paket data rakyat, tapi gagal memberi layanan layak?
Mengapa wilayah Aceh Tenggara seperti di anak tirikan.

Ketua KALIBER Aceh mengingatkan, kesabaran rakyat ada batasnya. Jika Telkomsel terus abai, maka kecaman publik, tekanan massa, dan tuntutan terbuka tak bisa dihindari.

“Ini bukan soal sinyal. Ini soal harga diri rakyat Aceh Tenggara,” tutupnya.

Berita Terkait

Warga Korban Banjir Blang Seunong Mulai Tempati Huntara, Harapan Baru Pascabencana
DIDUGA reses fiktif dan mark-up anggaran KALIBER Aceh desak Kejari periksa 30 anggota DPRK Aceh tenggara
Bupati Haili Yoga Beri Perhatian Khusus Bayi Bibir Sumbing, Siapkan Operasi Gratis
‎Babinsa Koramil 06/Jagong Laksanakan Karya Bakti Bersama Warga di Desa Paya Dedep
Pemerintah Terlena Kemewahan, Rakyat Ditinggalkan: Janji Politik Salim Fahri Dinilai Hanya demi syahwat
Rumah Terbakar Akibat Arus Pendek Di Kebayakan, Wabup Muchsin Langsung Hubungi PLN Sekaligus Menyerahkan Bantuan Masa Panik
Hari Pertama Masuk Sekolah, Kapolres Aceh Tengah Ajak Siswa Gemar Baca Alquran dan Hindari Bullying
Hari Pertama Sekolah, Pimpinan Daerah Aceh Tengah Serentak Pimpin Upacara Di Sekolah-Sekolah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:26 WIB

Warga Korban Banjir Blang Seunong Mulai Tempati Huntara, Harapan Baru Pascabencana

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:36 WIB

Polisi Hadir Jaga Keselamatan, Personel Polsek Silih Nara Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Pagi

Selasa, 31 Maret 2026 - 07:00 WIB

DIDUGA reses fiktif dan mark-up anggaran KALIBER Aceh desak Kejari periksa 30 anggota DPRK Aceh tenggara

Selasa, 31 Maret 2026 - 05:18 WIB

‎Babinsa Koramil 06/Jagong Pererat Kemanunggalan Lewat Komsos di Desa Gegarang

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:11 WIB

Bupati Haili Yoga Beri Perhatian Khusus Bayi Bibir Sumbing, Siapkan Operasi Gratis

Senin, 30 Maret 2026 - 06:34 WIB

Pemerintah Terlena Kemewahan, Rakyat Ditinggalkan: Janji Politik Salim Fahri Dinilai Hanya demi syahwat

Senin, 30 Maret 2026 - 06:22 WIB

Rumah Terbakar Akibat Arus Pendek Di Kebayakan, Wabup Muchsin Langsung Hubungi PLN Sekaligus Menyerahkan Bantuan Masa Panik

Senin, 30 Maret 2026 - 04:49 WIB

Hari Pertama Masuk Sekolah, Kapolres Aceh Tengah Ajak Siswa Gemar Baca Alquran dan Hindari Bullying

Berita Terbaru