Takengon – pilargayonews.com |Usai melaksanakan desk terkait data Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitupasna) tanggal 7 Januari, Sekda Aceh Tengah, Drs. Mursyid M.Si, memimpin rapat koordinasi pemutakhiran data Jitupasna di Aula Kantor BPKK Aceh Tengah, Sabtu, 10/01/26.
Membuka rapat tersebut, Mursyid mengapresiasi seluruh instansi dan relawan yang bekerja keras dalam pemulihan Kabupaten Aceh Tengah pasca bencana yang terjadi.
“Melalui kerja keras seluruh pihak, saat ini banyak akses dan kegiatan yang sudah berjalan walaupun masih menyisakan pekerjaan untuk kita selesaikan pasca bencana” ucap Mursyid membuka rapat tersebut.
Pada kesempatan tersebut, juga hadir sejumlah relawan dari Paguyuban Keluarga Negeri Antara (KNA) yang berisi sejumlah tokoh profesor dan doktor dari Banda Aceh yang berasal dari Tanoh Gayo.
“Kami sebelumnya sudah bersilaturahmi bersama Bapak Bupati Aceh Tengah sekaligus menyerahkan 2 proposal, yaitu : pertama, pertama rekomendasi atau pokok pikiran pakar untuk menghadapi rehab rekon di Aceh Tengah dan Bener Meriah, kedua aksi nyata dari keluarga negeri antara untuk Aceh Tengah dan Bener Meriah yang nantinya kita carikan donator untuk mengeksekusi proposal yang kedua” ucap Ketua KNA terpilih Bapak Sofyan.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Pembangunan Dan Perekonomian selaku moderator rapat tersebut, Jauhari, mengatakan bahwa data Jitupasna ini nantinya akan menjadi Blueprint rehab rekon Kabupaten Aceh Tengah.
“Pada 7 januari kita telah melaksanakan desk data R3P menyusun dokumen Jitupasna yang nantinya akan menjadi Blueprint untuk rehab dan rekon di Kabupaten Aceh Tengah. Kita masih diberikan waktu untuk melengkapi data tersebut sebelum tanggal 20 Januari” ungkap Jauhari.
Dalam mengendalikan situasi bencana setidaknya perlu adanya manajemen untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam kegiatan pemulihan.
“Kita perlu memahami bahwa setiap top administrator itu bertanggung jawab akan apa yang dipimpinnya. Sama seperti sekda selaku top administrator daerah harus memiliki manajemen dalam masa pemulihan bencana ini. Saya memberikan pandangan bahwa setiap top administrator daerah dalam mengahadapi pemulihan bencana seperti ini agar bisa mengarahkan Inspektorat daerah tersebut untuk membahas Manajemen Resiko Fraud untuk menghindari kecurangan dalam masa pemulihan di daerah bencana” ucap Syahdan selaku relawan KNA memberi masukan pada rapat tersebut.
Selain Syahdan, Evi Ramadani dari relawan KNA juga memberikan pendapat terkait pembenahan ekonomi yang dapat dikerjakan dalam masa pemulihan bencana di Kabupaten Aceh Tengah.
“Beberapa strategi yang dapat kita lakukan untuk membenahi perekonomian di Kabupaten Aceh Tengah yaitu : Pertama, pemulihan mata pencaharian masyarakat, menghidupkan kembali pasar lokal, Kedua, peningkatan skil kerja, Ketiga, pemberian modal dan peralatan kerja, keempat, bantuan tunai sementara, Kelima, kewirausahaan rumah tangga, dan Keenam, pembebasan retribusi pasar” ucap Evi dalam kesempatan tersebut.
Menutup rapat tersebut Mursyid berpesan kepada seluruh OPD untuk memutakhirkan data Jitupasna serta fokus menindaklanjuti masukan-masukan pada rapat tersebut.






