Takengon – Pelestarian budaya Gayo kembali ditunjukkan melalui prosesi adat Menulaken Murid Ari Tengku Guru Ku Urang Tue (Bemunge) yang dilaksanakan di SD Negeri 9 Lut Tawar pada Selasa pagi, (19/05/2026), dalam rangka Tahun Ajaran 2025/2026.
Kegiatan adat tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru merupakan simbol penyerahan kembali murid dari orang tua kepada guru dalam menempuh pendidikan. Prosesi tepung tawar yang dibacakan dalam bahasa Gayo disaksikan langsung oleh seluruh wali murid sebagai bentuk penghormatan kepada guru serta awal tanggung jawab bersama dalam mendidik anak-anak.
Tradisi adat ini menjadi wujud nyata dalam melestarikan nilai-nilai budaya Gayo yang dipadukan dengan ajaran agama dan semangat pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah.
Acara turut dihadiri Ketua TP PKK Aceh Tengah Risnawati, S.SIT, Kepala Sekretariat MPD Aceh Tengah, Kepala Sekretariat MAG Aceh Tengah, kepala sekolah beserta dewan guru, komite sekolah, wali murid, serta seluruh siswa-siswi SD Negeri 9 Lut Tawar.
Dalam rangkaian kegiatan juga dilaksanakan pengkhataman Al-Qur’an oleh para siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter religius generasi muda.
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa prosesi adat ini merupakan kegiatan yang sakral dan harus terus dijaga keberlangsungannya.
“Ini kegiatan sakral, sangat baik acara ini. Prosesi adat yang dilaksanakan tadi cukup bagus dan indah. Ada senyum, ada bahagia, bahkan ada yang meneteskan air mata”, tutur Haili Yoga.
Menurutnya, prosesi adat penyerahan murid memiliki makna mendalam karena menjadi simbol kepercayaan orang tua kepada guru dalam mendidik anak-anak hingga selesai menempuh pendidikan.
Ia juga mengungkapkan rasa bangganya melihat perkembangan para siswa yang sebelumnya belum memahami apa-apa, namun kini telah mampu menghafal hingga tiga juz Al-Qur’an.
“Siapa pun yang menjaga adatnya pasti akan sukses dan berhasil. Adat adalah nilai-nilai leluhur yang mengajarkan murid untuk menghormati guru dan berbakti kepada orang tua”, tambahnya.
Haili Yoga berharap prosesi adat seperti ini dapat terus dilaksanakan di seluruh sekolah di Kabupaten Aceh Tengah, baik di bawah Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama, sebagai bagian dari penguatan karakter dan pelestarian budaya daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, dewan guru, komite sekolah, dan wali murid atas kolaborasi dalam mendukung pendidikan anak-anak.
“Anak-anakku, cita-citamu harus tinggi. Mau jadi bupati, dokter, dan profesi lainnya, semua bisa diraih dengan belajar dan doa”, tutupnya.






