‎Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

- Editor

Senin, 22 Juni 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian warga binaan.

Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026), didampingi Agus Andrianto.

Dalam kunjungannya, Titiek meninjau berbagai program unggulan yang telah dikembangkan di kawasan pemasyarakatan tersebut. Di antaranya Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), sektor pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja (BLK) konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya ikan sidat.

“Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri beserta jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” ujar Titiek.

Menurutnya, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan pemasyarakatan dengan tingkat pengamanan tinggi kini telah berubah menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas pangan serta produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Nusakambangan yang selama ini kita dengar selalu identik dengan tempat yang menyeramkan, bahkan dibayangkan seperti Alcatraz. Namun setelah datang langsung ke sini, ternyata sangat ramah dan mampu menghasilkan begitu banyak produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyampaikan bahwa berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program pembinaan dan ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.

Ia menjelaskan, seluruh jajaran pemasyarakatan saat ini terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang belum digunakan di berbagai lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami menerima berbagai evaluasi dan arahan yang akan segera kami tindak lanjuti, termasuk melakukan berbagai perbaikan terhadap program yang sudah berjalan. Seluruh lapas dan rutan didorong memanfaatkan lahan yang tersedia untuk mendukung ketahanan pangan, terutama dalam memenuhi kebutuhan internal,” jelas Agus.

Saat ini, kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif yang melibatkan ratusan warga binaan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat.

Transformasi tersebut menjadi wujud komitmen Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan agar siap kembali ke masyarakat dan berkontribusi secara positif setelah menjalani masa pidana.

Baca Juga:  RS Regional Pegasing: Dari Harapan Menjadi Beban, Kini Menanti “Nafas Baru”

Berita Terkait

‎Babinsa Koramil 08/Silih Nara Dampingi Penyaluran Bantuan Ketahanan Pangan di Wih Sagi Indah
Terlalu Banyak Mudarat, Aktivis dan Mahasiswa Nilai Salim Fakhry Gagal Menjawab Krisis Rakyat, Bupati nilai terlalu banyak janji Palsu
Takengon Jadi Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Melalui Aceh Go Digital
‎Bupati Bener Meriah Terima Audiensi Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bener Meriah, Perkuat Sinergi Program Gizi Nasional
‎Tergerak Melihat Akses Rusak, Syahrial Abadi Bersama Warga Swadaya Aspal Jalan Enang-Enang
Pelatihan dan Sertifikasi Jurnalis Hukum C.ILJ Bekal Penting Hindari dan Hadapi Risiko Hukum
Mahasiswa Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Dukung Konser HUT Bhayangkara Tetap Berjalan: Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam dan Wujud Nyata Polri Bersama Masyarakat
‎PT LMR Tanamkan Budaya Peduli Lingkungan kepada Generasi Muda Lewat Edukasi dan Aksi Nyata di SMPN 30 Takengon
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 11:27 WIB

‎Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan

Senin, 22 Juni 2026 - 11:13 WIB

‎Babinsa Koramil 08/Silih Nara Dampingi Penyaluran Bantuan Ketahanan Pangan di Wih Sagi Indah

Senin, 22 Juni 2026 - 11:09 WIB

‎Babinsa Koramil 08/Silih Nara Perkuat Kedekatan dengan Warga Lewat Komsos di Desa Tanjung

Senin, 22 Juni 2026 - 06:17 WIB

Terlalu Banyak Mudarat, Aktivis dan Mahasiswa Nilai Salim Fakhry Gagal Menjawab Krisis Rakyat, Bupati nilai terlalu banyak janji Palsu

Senin, 22 Juni 2026 - 02:24 WIB

Kejuaraan Pencak Silat Piala Kapolres Aceh Tengah Resmi Ditutup, Lahirkan Atlet Muda Berprestasi dan Pererat Persaudaraan di Bumi Gayo

Sabtu, 20 Juni 2026 - 07:18 WIB

‎Bupati Bener Meriah Terima Audiensi Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Bener Meriah, Perkuat Sinergi Program Gizi Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:57 WIB

‎Tergerak Melihat Akses Rusak, Syahrial Abadi Bersama Warga Swadaya Aspal Jalan Enang-Enang

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:17 WIB

Pelatihan dan Sertifikasi Jurnalis Hukum C.ILJ Bekal Penting Hindari dan Hadapi Risiko Hukum

Berita Terbaru