Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, kembali melaksanakan aksi bersih-bersih drainase sekitar Kota Takengon untuk hindari luapan air yang sering kali membanjiri badan jalan sekitar Kota Takengon, Rabu, 01/04/26.
Aksi tersebut dimulai dari Totor Pemulo sekitar Kampung Paya Tumpi berlanjut sampai ke Kampung Simpang Empat dan di tambah dua titik sekitar Kota Takengon yaitu di Kampung Blang Kolak II serta sekitar Pasar Paya Ilang.
Adapun tujuan aksi kali ini untuk membersihkan sedimen serta sumbatan drainase yang sering mengganggu aliran air sehingga tumpah ke badan jalan serta memasuki rumah masyarakat yang tentu saja sangat mengganggu masyarakat.
Di tengah rangkaian aksi, Wabup Muchsin sempat berpapasan bersama Koordinator Lapangan Dinas PU Provinsi Aceh, M. Taufiq, dan Perwakilan Waskita Karya, Hendi, yang juga sedang membersihkan endapan tanah pada drainase sekitar Totor Pemulo.
“Pada pak Taufiq dan pak Hendi kami harapkan serius dengan perbaikan drainase jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Aceh. Saat ini Kami juga melaksanakan pembersihan drainase, tidak hanya di jalan kabupaten tapi beberapa titik drainase jalan provinsi. Bukan tujuan Kami untuk mencampuri tanggung jawab pemerintah provinsi melainkan ini panggilan hati karena banyak masyarakat Kabupaten Aceh Tengah yang dirugikan akibat drainase tersumbat, disumbat, maupun terjadi pendangkalan” ucap Wabup Muchsin.
Selanjutnya, Wabup Muchsin mengajak perwakilan PU Provinsi Aceh serta Perwakilan Waskita Karya membersamai aksi tersebut agar mereka mendapat gambaran untuk pengerjaan pembersihan drainase.
Pihak Korlap Dinas PU Provinsi Aceh serta Perwakilan Waskita Karya akan menurunkan alat berat skala kecil untuk membantu membersihkan sedimen drainase.
Kegiatan berlanjut di Simpang Paya Tumpi dekat Pos Dinas Perhubungan untuk menanggapi aduan masyarakat terkait drainase yang memakan sisi tanah masyarakat yang dikhawatirkan meluas.
Titik lokasi selanjutnya, berada di sekitar persimpangan Kantor Kemenag Aceh Tengah, dimana terdapat tutupan saluran drainase yang seharusnya dapat membagi air dari arah Paya Tumpi I sehingga mengurangi volume drainase pada drainase Kampung Mongal.
“Drainase seharusnya terbagi dua ke bawah Kantor Kemenag sekarang tertutup sehingga menambah beban drainase arah ke Kampung Mongal. Akan dilaksanakan normalisasi dan tutupan akan di buka demi mencegah beban drainase Mongal terlalu besar. Akibat tertutupnya buangan air, masyarakat sekitar terkena dampak banjir selama buangan tertutup” Terang Wabup Muchsin.
Menindaklanjuti tutupan buangan drainase tersebut, Wabup Muchsin langsung menurunkan alat berat untuk membuka tutupan berupa beton.
Adapun beberapa titik seperti drainase Simpang Empat, Blang Kolak II, serta sekitar Paya Ilang terjadi endapan tanah sekitar 1 meter yang perlu segera ditangani.
Menutup kegiatan bersih-bersih drainase Wabup Muchsin memanggil salah satu pemilik ruko di sekitar Pasar Paya Ilang untuk membongkar bangunan papan yang ditambahkan di atas drainase yang berada di belakang ruko tersebut. Pihak terkait tidak keberatan dan kooperatif melaksanakan pembongkaran dengan tenggat waktu yang sudah diberikan.










