Beranikah PLT Inspektorat. Adik kandungnya Bupati. Membongkar Dugaan Penyimpangan Dana Desa 2025?

- Editor

Senin, 25 Mei 2026 - 06:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – KALIBER Aceh Desak Audit Total Program Narkoba, Listersi dan Kakao di Aceh Tenggara. Keberanian dan independensi PLT Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara kini mulai diuji di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025.

Ketua KALIBER Aceh, Zoelkenedi, secara terbuka mendesak Inspektorat agar tidak hanya melakukan pengawasan administratif yang bersifat formalitas, melainkan berani melakukan audit menyeluruh terhadap sejumlah program desa yang dinilai menimbulkan banyak pertanyaan di tengah masyarakat.

Sorotan tersebut mengarah pada kegiatan yang dikenal masyarakat sebagai program narkoba, listersi, dan kakao, yang disebut-sebut muncul di tengah perjalanan anggaran tanpa proses perencanaan yang transparan dan partisipatif.

Menurut Zoelkenedi, publik saat ini tidak membutuhkan pertunjukan birokrasi atau inspeksi seremonial semata. Masyarakat, kata dia, sedang menunggu keberanian nyata aparat pengawas internal pemerintah untuk membuka secara terang penggunaan anggaran desa yang diduga sarat kejanggalan.

“Kalau Inspektorat hanya fokus memeriksa aset kendaraan atau turun sekadar melakukan monitoring ke kantor camat, itu bukan substansi pengawasan yang sedang ditunggu rakyat.

Yang diharapkan masyarakat hari ini adalah audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa Tahun 2025, khususnya program-program yang muncul tanpa penjelasan terbuka kepada publik,” tegas Zk agara

Ia menilai, sejumlah kegiatan yang tiba-tiba muncul dalam realisasi anggaran desa patut dicurigai karena diduga tidak melalui mekanisme Musyawarah Desa (Musdes) maupun pembahasan terbuka sebagaimana diatur dalam prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

“Pertanyaannya sederhana. Apakah program-program tersebut dibahas melalui Musdes? Apakah masyarakat mengetahui besaran anggarannya? Siapa pelaksananya? Apa indikator keberhasilannya? Jika proses perencanaannya tidak transparan, maka wajar publik mencurigai adanya penyimpangan,” ujarnya.

Baca Juga:  Rapat Koordinasi Data Jitupasna, Sekda Ajak KNA Beri Masukan Untuk Pemulihan Tanoh Gayo

Lebih lanjut, Zoelkenedi menegaskan bahwa jabatan PLT Inspektorat saat ini menjadi perhatian publik karena memiliki hubungan keluarga dengan kepala daerah. Oleh sebab itu, menurutnya, satu-satunya cara membungkam keraguan masyarakat adalah dengan menunjukkan profesionalitas, independensi, dan keberanian dalam melakukan audit tanpa tebang pilih.

“Jabatan pengawasan tidak boleh kehilangan independensi hanya karena kedekatan kekuasaan. Justru saat ini publik ingin melihat apakah PLT Inspektorat mampu berdiri di atas kepentingan masyarakat atau justru larut dalam kepentingan politik birokrasi,” katanya.

KALIBER Aceh juga meminta agar audit tidak berhenti pada pemeriksaan administratif di atas meja, melainkan menyentuh fakta lapangan, termasuk realisasi fisik kegiatan, aliran anggaran, hingga dugaan praktik manipulasi perencanaan desa.

Menurut Zoelkenedi,
apabila ditemukan indikasi penyimpangan, Inspektorat harus berani merekomendasikan proses hukum kepada aparat penegak hukum (APH), bukan justru menutupinya dengan alasan pembinaan internal.

“Pengawasan yang sehat bukan sekadar membuat laporan, tetapi memastikan setiap rupiah uang negara benar-benar dipergunakan untuk kepentingan masyarakat desa. Jika ada dugaan penyimpangan, maka harus dibuka secara objektif dan transparan,” tegasnya lagi.

Ia menambahkan, kondisi Aceh Tenggara saat ini membutuhkan keberanian moral dari seluruh unsur pengawasan pemerintahan. Sebab menurutnya, krisis kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah terus meningkat akibat banyaknya program yang dinilai tidak tepat sasaran dan minim transparansi.

“Kalau ingin Aceh Tenggara bersih dari praktik penyalahgunaan anggaran, maka pembenahan harus dimulai sekarang.

Jangan hanya ramai dalam pernyataan, tetapi lemah dalam tindakan. Rakyat tidak lagi membutuhkan retorika, rakyat membutuhkan keberanian dan pembuktian,” tutup Zk agara

Berita Terkait

Audiensi dengan DPP GANNAS, DPD Aceh Tengah Paparkan Program Kerja dan Rencana Pencegahan Narkoba
Kapolres Aceh Tengah dan Jajaran Hadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai, Perkuat Komitmen Jaga Kamtibmas
Dandim Aceh Tengah menghadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai, Gayo Tegaskan Komitmen Damai
‎Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Laksanakan Komsos Bersama Warga
‎Babinsa Koramil 10/Celala Imbau Warga Tak Membakar Lahan Saat Buka Perkebunan
Pacuan Kuda HUT RI ke-81 Takengon: Seluruh Panitia dan Joki Dijamin BPJS Kesehatan
Safari Subuh Wakapolres Aceh Tengah Ajak Masyarakat Bersama Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba
Keramat Mupakat Raih Juara II Lomba 3 Pilar Desa Se-Aceh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:55 WIB

Audiensi dengan DPP GANNAS, DPD Aceh Tengah Paparkan Program Kerja dan Rencana Pencegahan Narkoba

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Kapolres Aceh Tengah dan Jajaran Hadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai, Perkuat Komitmen Jaga Kamtibmas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:53 WIB

Dandim Aceh Tengah menghadiri Apel Kebangsaan dan Deklarasi Damai, Gayo Tegaskan Komitmen Damai

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:40 WIB

‎Pererat Silaturahmi, Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Laksanakan Komsos Bersama Warga

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:19 WIB

‎ ‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Laksanakan Kegiatan Hanpangan di Desa Pendere Saril

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:16 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Laksanakan Karya Bhakti Bersama Warga di Desa Pantan Jerik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 04:50 WIB

Pacuan Kuda HUT RI ke-81 Takengon: Seluruh Panitia dan Joki Dijamin BPJS Kesehatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Bhayangkari Peduli Hadir di Huntara Linge Aceh Tengah, Bantuan Air Bersih dan Sembako Beri Harapan bagi Warga Pascabencana

Berita Terbaru

Uncategorized

‎AKBP Muhamad Taufiq Dimutasi dari Jabatan Kapolres Aceh Tengah

Senin, 31 Agu 2026 - 04:00 WIB