Adu Perahu Tradisional Jadi Momentum Pengembangan Wisata Kampung Keramat Mupakat

ACEH TENGAH – Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., membuka lomba adu perahu tradisional di Dermaga Alfitrah, Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong pengembangan pariwisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat di kawasan Danau Lut Tawar.

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRK Aceh Tengah Susilawati, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Dandim 0106 Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tengah, serta unsur pemerintah dan masyarakat.

Reje Kampung Keramat Mupakat, Iman Ahmadi, S.Pd.I., mengatakan lomba adu perahu tradisional bukan sekadar kegiatan olahraga, tetapi juga bagian dari upaya membangun identitas kampung sebagai destinasi wisata berbasis potensi alam, olahraga, sosial, adat, dan budaya.

Menurut Iman, Kampung Keramat Mupakat memiliki potensi strategis karena berada di tepian Danau Lut Tawar dan memiliki Dermaga Alfitrah yang dapat dikembangkan sebagai pusat kegiatan wisata air serta olahraga.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kampung Keramat Mupakat telah mengusulkan konsep Waterfront City kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Gagasan tersebut diarahkan untuk menjadikan kawasan tepian danau sebagai ikon wisata yang terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

Pengembangan kawasan itu juga dirancang selaras dengan sentra ketahanan pangan berbasis agro, penguatan UMKM, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan generasi muda.

Iman menilai pengalaman penyelenggaraan PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 menjadi referensi dalam melihat peluang pengembangan olahraga di Aceh Tengah. Dengan dukungan infrastruktur, penataan kawasan, dan kolaborasi berbagai pihak, Dermaga Alfitrah berpotensi dikembangkan untuk mendukung kegiatan olahraga air, termasuk penjajakan penyelenggaraan triatlon tingkat Asia pada masa mendatang.

“Potensi Dermaga Alfitrah harus kita kelola bersama. Kita ingin kegiatan olahraga menjadi pintu masuk bagi pengembangan wisata, pertumbuhan UMKM, pelestarian adat dan budaya, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Iman.

Ia berharap lomba adu perahu tradisional dapat menjadi agenda berkelanjutan yang memperkuat daya tarik wisata Kampung Keramat Mupakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Gayo kepada wisatawan.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, DPRK, TNI-Polri, masyarakat, komunitas olahraga, dan pelaku usaha, Kampung Keramat Mupakat berupaya mewujudkan kawasan wisata tepian danau yang produktif, berkarakter, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *