Aksi simbolik “September Hitam ” Mahasiswa UGP dan BEM Nusantara Aceh Peringati Sejarah 

- Editor

Rabu, 1 Oktober 2025 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGAH, 30 September 2025 Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Universitas Gajah Putih (UGP) dan BEM Nusantara Aceh menggelar aksi simbolik bertajuk “September Hitam” di Tugu Aman Dimot, Aceh Tengah. Aksi damai ini digelar untuk merefleksikan sejarah kelam bangsa, mengenang jasa pahlawan lokal, serta menyuarakan tuntutan krusial kepada pemerintah.

Kegiatan ini memiliki makna berlapis: memperingati tragedi G30S/PKI, menolak lupa terhadap pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, serta menghormati perjuangan pahlawan Gayo, Aman Dimot, dan peran vital Radio Rimba Raya dalam menyiarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia.

Presiden Mahasiswa UGP, Asraf, dalam orasinya menyatakan bahwa refleksi sejarah adalah fondasi penting bagi generasi muda. “Kami, mahasiswa, berdiri di sini untuk mengingat, mengenang, dan menolak lupa. Sejarah kelam G30S/PKI dan berbagai pelanggaran HAM berat adalah luka bangsa yang tak boleh diabaikan. Di saat yang sama, kami menghormati perjuangan pahlawan dari Tanoh Gayo seperti Aman Dimot dan peran besar Radio Rimba Raya yang memastikan dunia mendengar kemerdekaan kita,” tegas Asraf.

Delapan Tuntutan Mahasiswa

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan tuntutan utama yang mendesak untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah Republik Indonesia:

1. Tegakkan Supremasi Sipil Memastikan kekuasaan sipil memegang kendali penuh atas seluruh kebijakan strategis negara.

2. Bentuk Tim Investigasi Independen Mendesak Presiden RI untuk membuktikan pernyataannya terkait dugaan keterlibatan asing dan indikasi makar pada aksi massa Agustus lalu dengan membentuk tim investigasi yang transparan dan independen.

3. Tuntaskan Pelanggaran HAM Mengusut tuntas seluruh kasus pelanggaran HAM, baik di masa lalu maupun yang terjadi saat ini, tanpa terkecuali.

4. Hentikan Impunitas dan Kriminalisasi Menghentikan segala bentuk impunitas bagi pelaku kejahatan serta kriminalisasi terhadap rakyat yang menyuarakan kritik dan pendapat.

5. Wujudkan Pemerataan Pendidikan Mendesak pemerintah segera merealisasikan pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Baca Juga:  Babinsa Koramil 04/Bintang Laksanakan Komsos Bersama Warga Desa Linung Bulen I

6. Tingkatkan Kesejahteraan Pendidik Mendesak pemerintah untuk secara serius meningkatkan kesejahteraan guru dan seluruh tenaga pendidik di Indonesia.

7. Perhatikan Radio Rimba Raya sebagai momumen bersejerah yang menyurarakan kemerdekaan indonesia, buat surat edaran terkait pentingnya mengenang sejarah Radio Rimba Raya dalam memerdekakan indonesia dan di perjelas untuk bisa dipelajari bagi generasi penerus bangsa indonesia.

8. Perhatikan Tugu Aman Dimot yang kini menjadi kawasan kumuh tanpa kejelasan, seharusnya pemerintah sadar akan pengorbanan aman dimot sebagai pahlawan dalam memerdekakan Republik Indonesia.

Angga, Sekretaris Jenderal PEMA UGP yang juga merupakan perwakilan BEM Nusantara Aceh anggota bidang Politik, Hukum, HAM, menambahkan pentingnya peran Aceh dalam sejarah perjuangan bangsa. “Mahasiswa Indonesia, khususnya di Aceh, wajib mengingat sejarah. Pengorbanan rakyat Aceh untuk kemerdekaan sangat besar. Oleh karena itu, pemerintah juga harus memberi perhatian kepada Aceh dan segera menuntaskan kasus-kasus HAM yang hingga kini masih mengambang tanpa kejelasan,” ujarnya.

Aksi ini juga didukung oleh berbagai elemen mahasiswa lainnya. Muliadi Bahtra, Ketua BEM Fakultas Pertanian UGP, bersama anggotanya, menyuarakan esensi demokrasi. “Dalam negara demokrasi, suara rakyat adalah hukum tertinggi. Jika hati rakyat tersakiti, negara bisa hancur,” katanya sambil membacakan puisi untuk membakar semangat juang para peserta aksi.

Turut hadir memberikan dukungan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan UGP, Sapdani Gayo, beserta jajarannya. Kehadiran mereka menegaskan solidaritas mahasiswa dalam mengawal sejarah dan memperjuangkan masa depan Indonesia yang lebih adil.

Puluhan masa yang hadir juga berharap Aksi Simbolik ini di dengarkan, dipahami, diperhatikan dan diberi tindakan tegas oleh Pemerintah serta Pemerintah harus menunjukan bukti nyata dan jelas demi kebaikan bangsa dan Negara Republik Indonesia kedepannya. **

Berita Terkait

Satreskrim Polres Aceh Tengah Pasang Spanduk Larangan PETI di Linge, Edukasi Warga Cegah Tambang Ilegal dan Kerusakan Lingkungan
Bupati Haili Yoga Resmikan SPPG Asrama Kompi Yayasan Manunggal Kartika Jaya, Wujud Dukungan Program Makan Bergizi Gratis
‎Distribusi MBG di Lut Tawar Capai 1.102 Porsi, Libatkan 15 Sekolah
Polsek Bintang Aceh Tengah Amankan Perbaikan Jembatan Darurat di Bale Nosar Pasca Longsor
Kapolda Aceh Sampaikan Pesan Menyentuh Saat Pelepasan Jamaah Haji Kloter Pertama
‎Kapolda Aceh Hadiri Pelepasan Kloter Perdana Haji, Tekankan Kekompakan dan Pelayanan Maksimal
Kukuhkan Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 4 Transformasi Tahun 2025
‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Jemur Kopi di Desa Tawardi
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:34 WIB

Bupati Haili Yoga Resmikan SPPG Asrama Kompi Yayasan Manunggal Kartika Jaya, Wujud Dukungan Program Makan Bergizi Gratis

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:40 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Pesan Menyentuh Saat Pelepasan Jamaah Haji Kloter Pertama

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:55 WIB

Kukuhkan Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 4 Transformasi Tahun 2025

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:36 WIB

Salman Nuri Ditunjuk sebagai Plt. Kadis DLH Aceh Tengah, Sekda Mursyid : Kebersihan Adalah Pengabdian Mulia

Senin, 4 Mei 2026 - 13:23 WIB

Pergub Aceh No. 2 Tahun 2026 Dinilai Tak Berpihak ke Rakyat, Praktisi Hukum Soroti Pembatasan JKA

Senin, 4 Mei 2026 - 09:24 WIB

Bupati Haili Yoga Percayakan Jabatan Plt. Kadis Pendidikan Dan Kebudayaan Aceh Tengah kepada Salimsyah

Senin, 4 Mei 2026 - 08:06 WIB

Bupati Haili Yoga Tampil dengan Kerawang Gayo Kuning pada Hardiknas 2026, Tekankan Tiga Pilar Pendidikan

Senin, 4 Mei 2026 - 04:51 WIB

Diduga Material Ilegal Proyek Bronjong, Kaliber Aceh berani kah Polda Aceh Turun ke Ketambe

Berita Terbaru