TAKENGON – Malam kedua pelaksanaan salat Tarawih di Masjid Agung Ruhama, Kamis (19/2/2026), dipadati jamaah. Tercatat sebanyak 12 shaf memenuhi ruang utama masjid untuk mengikuti salat Isya dan dilanjutkan Tarawih berjamaah.
Sebelum pelaksanaan 12 rakaat salat Tarawih, kegiatan diawali dengan kuliah tujuh menit (kultum) yang disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam Negeri Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL.
Dalam tausiyahnya, Prof. Ridwan mengingatkan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum pengendalian diri dari segala hal yang dapat mengurangi pahala.
“Menjalankan ibadah puasa adalah untuk pengendalian diri dan menahan diri dari yang dilarang. Misalnya makan di siang hari sebelum waktu berbuka dan membicarakan orang lain. Jika itu dilakukan tentu akan mengurangi pahala puasa,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia kemudian mengajak jamaah merenungkan kualitas puasa yang dijalankan dengan istilah sederhana namun penuh makna.
“Kita mau puasa kurus atau puasa gemuk?” tanyanya.
Menurutnya, “puasa kurus” adalah puasa yang minim pahala karena tidak disertai penjagaan lisan, sikap, dan perilaku. Sedangkan “puasa gemuk” adalah puasa yang sarat pahala karena dijalankan dengan kesungguhan, keikhlasan, serta pengendalian diri yang kuat.
Prof. Ridwan menegaskan bahwa target utama ibadah puasa adalah meraih kemenangan dan perubahan diri ke arah yang lebih baik.
“Karena target kita menjalankan puasa adalah meraih kemenangan. Apapun formasi yang kita bangun saat menjalankan puasa,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan yang tidak boleh disia-siakan.
“Jangan kita lalai melewatkannya,” ajaknya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap Muslim seharusnya mengalami perubahan setelah menjalani Ramadan.
“Kalau tidak ada perubahan berarti ada yang salah dalam menjalankan ibadah puasa. Puasa melatih diri kita kuat menghadapi cobaan dan harus bersabar,” katanya.
Di akhir kultum, Prof. Ridwan mengajak jamaah untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an dan menargetkan khatam selama Ramadan.
“Usahakan kita khatam Al-Qur’an dalam bulan suci Ramadan ini,” tutupnya.
Pelaksanaan Tarawih malam kedua tersebut berlangsung khusyuk dan tertib hingga selesai, dengan antusiasme jamaah yang tetap tinggi sejak awal Ramadan. **







