Gilang Al-Fauzan Dalimunthe Terpilih sebagai Ketua Umum IMATAB-Aceh Periode 2026–2027, Usung Visi Organisasi Progresif dan Berintegritas

- Editor

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanjungbalai – Musyawarah Besar (Mubes) ke-X Ikatan Mahasiswa Tanjungbalai – Aceh (IMATAB-Aceh) yang digelar di Kota Tanjungbalai menetapkan Gilang Al-Fauzan Dalimunthe sebagai Ketua Umum periode 2026–2027.
Gilang yang merupakan mahasiswa aktif Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh terpilih setelah melalui proses musyawarah yang berlangsung dinamis dan penuh semangat kebersamaan. Mubes ke-X ini menjadi momentum konsolidasi organisasi serta refleksi perjalanan IMATAB-Aceh dalam memperkuat peran mahasiswa Tanjungbalai yang menempuh pendidikan di Aceh.

Dalam sambutannya usai ditetapkan sebagai ketua umum terpilih, Gilang Al-Fauzan Dalimunthe menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh kader dan anggota.
“Saya menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh kawan-kawan, abang-abang, dan adik-adik mahasiswa yang telah memberikan kepercayaan, amanah, serta dukungan kepada saya untuk mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Tanjungbalai Aceh,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral, intelektual, dan organisatoris.

Dalam pemaparannya, Gilang juga menyampaikan narasi visioner untuk membawa IMATAB-Aceh ke arah yang lebih progresif, adaptif, dan berdaya saing. Ia menekankan pentingnya transformasi organisasi berbasis kaderisasi yang sistematis, penguatan intelektualitas, serta konsolidasi internal yang kokoh.

Menurutnya, IMATAB-Aceh harus mampu menjadi pusat pengembangan kapasitas mahasiswa Tanjungbalai di Aceh—bukan hanya sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga sebagai laboratorium kepemimpinan, ruang diskusi ilmiah, serta wadah advokasi dan pengabdian sosial.

Baca Juga:  Audit Kinerja Tahap II Itwasum Polri untuk Polres Aceh Tengah dan Gayo Lues Digelar di Takengon

“Kita ingin membangun organisasi yang tidak hanya aktif secara seremonial, tetapi produktif secara gagasan dan nyata dalam aksi. IMATAB-Aceh harus hadir sebagai organisasi yang melahirkan kader-kader visioner, kritis, dan berintegritas,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi organisasi, transparansi tata kelola, serta program kerja yang terukur dan berkelanjutan. Dengan memperkuat sinergi antaranggota, alumni, dan stakeholder eksternal, ia optimis IMATAB-Aceh dapat menjadi organisasi yang diperhitungkan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah asal maupun lingkungan akademik.
Lebih lanjut, Gilang mengajak seluruh elemen organisasi untuk menjadikan IMATAB-Aceh sebagai rumah perjuangan yang menumbuhkan nilai kejujuran, integritas, solidaritas, dan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan dalam proses demokrasi internal harus menjadi energi positif untuk memperkuat persatuan.

“Perbedaan pilihan dan pandangan yang kemarin ada, hari ini harus kita lebur dalam satu tujuan besar, yakni kemajuan organisasi dan kemaslahatan bersama. Mari kita bangun IMATAB-Aceh dengan semangat kolektif, bukan ego sektoral,” tutupnya.

Musyawarah Besar ke-X ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan baru IMATAB-Aceh dalam memperkuat solidaritas mahasiswa Tanjungbalai di perantauan, sekaligus meneguhkan perannya sebagai organisasi yang progresif, berintegritas, dan berdampak nyata pada periode kepengurusan 2026–2027.

Berita Terkait

‎Kejari Aceh Tengah Dalami Dugaan Korupsi Hibah Panwaslih 2024, Eks Ketua DPRK dan Sekwan Diperiksa
‎Batuud Koramil 02/Bebesen Hadiri Halal Bihalal dan Peringatan Hari Kartini Disdikbud Aceh Tengah
Pemkab Bener Meriah Serta Unsur Terkait Laksanakan Penilaian Job Fit dan Evaluasi Kinerja PJP
‎Sekda Aceh Tengah Resmikan Gerai SKCK di Mall Pelayanan Publik, Dorong Pelayanan Terpadu dan Efisien
SKANDAL RANGKAP JABATAN: Kejari Aceh tenggara diuji — berani tegakan HUKUM atau ikut terlibat dalam pembiaran?
Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya
Pelantikan dan Pengukuhan TP PKK, Posyandu, Bunda PAUD, dan FORIKAN Tingkat Kecamatan dan Kampung
‎Kader NasDem Aceh Tengah Kritik Cover Tempo, Dinilai Tidak Beretika
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 16:04 WIB

‎Kejari Aceh Tengah Dalami Dugaan Korupsi Hibah Panwaslih 2024, Eks Ketua DPRK dan Sekwan Diperiksa

Rabu, 15 April 2026 - 08:35 WIB

‎Batuud Koramil 02/Bebesen Hadiri Halal Bihalal dan Peringatan Hari Kartini Disdikbud Aceh Tengah

Rabu, 15 April 2026 - 06:46 WIB

‎Sekda Aceh Tengah Resmikan Gerai SKCK di Mall Pelayanan Publik, Dorong Pelayanan Terpadu dan Efisien

Rabu, 15 April 2026 - 06:27 WIB

SKANDAL RANGKAP JABATAN: Kejari Aceh tenggara diuji — berani tegakan HUKUM atau ikut terlibat dalam pembiaran?

Selasa, 14 April 2026 - 07:04 WIB

Setelah PLN Dikritik Gubernur Soal Padam Listrik di Jakarta, Giliran GMNI Desak Copot Dirut dan GM PLN UID Jaya

Selasa, 14 April 2026 - 06:58 WIB

Pelantikan dan Pengukuhan TP PKK, Posyandu, Bunda PAUD, dan FORIKAN Tingkat Kecamatan dan Kampung

Selasa, 14 April 2026 - 06:16 WIB

‎Kader NasDem Aceh Tengah Kritik Cover Tempo, Dinilai Tidak Beretika

Selasa, 14 April 2026 - 06:11 WIB

Dugaan Permainan Anggaran Bibit Kakao & Pokir Jalan: Kaliber Aceh akan paksa KPK periksa ketua DPRK

Berita Terbaru