Korupsi Kian Menjadi,Apa yang Terjadi? Mampukah Agara Kearah Perbaikan

- Editor

Sabtu, 26 Juli 2025 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Ketua Kaliber Aceh Zoel Kenedi

Kutacane – pilargayonews.com | Seolah sudah menjadi makanan sehari-hari, pembicaraan tentang korupsi tak pernah berhenti. Entah apa yang merasuki para pejabat yang ada di Daerah ini, sampai tega membiarkan rakyat menderita,Gaji Siltap Perangkat Desa hingga 5 bulan belum dibayarkan , sementara mereka asyik dengan mobil Dinas yang baru dengan harga milyaran rupia.

Temuan terbaru, terungkapnya Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknun camat Leuser dimana seorang camat mematok hingga Puluhan juga untuk sebuah Desa yang sudah cair Dana Desa Tahap dua.

Namun apa yang dilakukN camat tersebut tidak mungkin terlepas dari arahan dek atasan langsung mustahil camat melakukannya tanpa ada perintah dari junjungannya yang berakhir dengan menon aktifkan camat tersebut oleh Bupati Aceh Tenggara,ini sesuatu keberhasilan seorang Bupati kah atau kemunduran dari seorang pimpinan.

Belum lagi masalah yang kian menjadi buah bibir , seperti temuan BPK RI di rumah sakit umum Daerah Sahudin Kutacane,belum lagi Siltap Perangkat Desa belum terbayarkan dengan alasan klasik uang daerah Kosong untuk membayarkan Siltap Perangkat Desa tersebut.

Masalah temuan di Rumah sakit umum nyata dan sudah dinyatakan korupsi ,kenapa pemerintah Daerah tidak merekomendasikan ke pihak APH untuk segera menjadikan tersangka baik itu direktur Rumah sakit itu sendiri maupun pihak yang terlibat , Bupati tinggal perintah bukan membiarkan Bola liar kesana kemari.

Sementara untuk Siltap perangkat desa,tidak perlu mencari cari kesalahan pemerintahan sebelumnya,namun semustinya cari solusi agar tidak berlarut-larut,nah disini lah kita mau tahu peranan $
DPC APDESI Kabupaten Aceh Tenggara sebagai payung pelindung dari Perangkat Desa jangan diam memperjuangkan Hak dari perangkat Desa.

Pemerintah Presiden Prabowo -Gibran saat ini mempunyai program untuk mengikis Korupsi dari negara kesatuan Republik Indonesia,tapi di daerah Seperti kabupaten Aceh Tenggara pemerintahan saat ini seperti membiarkan kolusi yang mengakibatkan Korupsi merajalela dimana mana.

Baca Juga:  Ketua MS Takengon Hadiri Kunjungan Menteri Kehutanan RI dan Dubes Inggris di Aceh Tengah

Mulai dari Siltap ,kutipan menajdi Penjabat Pengulu, yang bermain Oknun Anggota DPRK Agara melalui kaki tangannya,baik itu pengurus kebunnya , supir pribadinya itu terjadi semua di seluruh kecamatan yang habis masa jabatannya sebagai kepala Desa dan hal itu tidak mungkin tidak diketahui oleh pembuat SK Penjabat Kepala Desa tersebut.

Namun, kondisi di lapangan sepertinya jauh panggang dari api. Karena percuma saja kalau yang dipotong hanya daunnya, tetapi akarnya masih menjalar dan mencengkeram kuat di tanah bumi sepakat segenep , berantas Korupsi hanya selogan omon omon disetiap pertemuan,namun kenyataannya itu hanya sebagai pembiaran untuk memuluskan aksi dari koleganya.

Sistem Kapitalisme – Sekulerisme yang masih diterapkan di Indonesia, maupun Daerah adalah akar permasalahan dari menjamurnya para koruptor di Aceh Tenggara. Penerapan sistem Kapitalisme – Sekulerisme telah membuka peluang terjadinya korupsi secara sistemik, pada berbagai bidang dan level jabatan.

Apa lagi Pilkada dan pileg belum lama berakhir tentunya para elite banyak menghamburkan uang untuk menjadi pemenang .Otomatis, dia akan menghalalkan berbagai cara untuk melepaskan dirinya dari sandera utang politik. Miris dan menyedihkan.
Permainan yang selalu dipertontonkan di hadapan masyarakat yang hanya dapat menangis menjalani nasib sebagai rakyat jelata. Marah dan kecewa, tapi tak mampu berkata-kata.

Money is an epitome of human power, uang adalah lambang dari kekuasaan manusia. Kalau sudah seperti ini, rakyat adalah pihak yang paling terdzolimi.

Selain itu, faktor yang berperan dalam merebaknya korupsi saat ini adalah kepribadian seseorang yang tidak mencerminkan sikapnya sebagai seorang muslim Apalagi Seorang Pemimpin

Berita Terkait

SPPG Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Sertifikasi Penjamah Makanan bagi Petugas
‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan
Pemkab Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Keenam Kalinya
‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Cor Rumah di Blang Kolak II
Kaliber Bongkar Borok Dana Desa 2025: Program Titipan Oknum Ketua DPRK Diduga Rampok APBDes di Bambel dan Leuser
Plt Kadis Pendidikan Aceh, Murthalamuddin Semangati Guru dan Pelajar di Seluruh Aceh Dengan Berkeliling
KALIBER Soroti Proyek Jalan Sirtu dan Jembatan Beton APBN 2025 di Telaga Mekar, Diduga Sarat Penyimpangan dan Mark Up Anggaran
TNI Yonzipur Rapungkan Jembatan Darurat Berawang Gajah, Empat Kampung di Aceh Tengah Tak Lagi Terisolir
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 10:16 WIB

SPPG Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Sertifikasi Penjamah Makanan bagi Petugas

Minggu, 25 Januari 2026 - 05:11 WIB

‎Babinsa Koramil 04/Bintang Bantu Warga Terdampak Banjir di Desa Kala Bintang

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:16 WIB

Respon Cepat Polres Aceh Tengah Datangi Lokasi Kebakaran, Lakukan Pengamanan dan Bantu Pemadaman

Sabtu, 24 Januari 2026 - 05:28 WIB

‎ ‎Progres Pembangunan Jembatan Gantung Kala Ili Capai 14,40 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:01 WIB

‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan

Jumat, 23 Januari 2026 - 05:05 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Gelar Karya Bhakti TNI di Kantor Desa Keramat Mupakat

Kamis, 22 Januari 2026 - 11:21 WIB

Pemkab Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Keenam Kalinya

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:21 WIB

‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Bantu Warga Cor Rumah di Blang Kolak II

Berita Terbaru

Aceh Tengah

‎Enam Rumah Hangus Terbakar di Desa Bukit Kebayakan

Jumat, 23 Jan 2026 - 13:01 WIB