Mutasi Guru di Aceh Tenggara: Bau Pungli, Cacat Hukum, Dinasti Keluarga Bupati Bermain?

- Editor

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara –  sedang tidak baik-baik saja. Dunia pendidikan diguncang mutasi guru ugal-ugalan, tanpa analisa jabatan, tanpa analisa beban kerja, tanpa transparansi—namun penuh aroma uang dan kekuasaan. Mutasi ini bukan sekadar kebijakan keliru, tapi patut diduga sebagai kejahatan birokrasi terstruktur.
Lebih busuk lagi, nama adik kandung Bupati Aceh Tenggara ikut terseret sorotan publik. Masyarakat bertanya keras:

Ketua KALIBER Aceh Zoel kenedi menyoroti.
Siapa sebenarnya yang mengendalikan mutasi guru? Bupati atau lingkaran keluarga?

Jika kekuasaan telah berubah menjadi urusan darah dan kekerabatan, maka Aceh Tenggara sedang dikelola seperti perusahaan keluarga, bukan pemerintahan rakyat.
Para guru dipindahkan tanpa alasan rasional, ada yang “dihukum” jauh dari domisili, ada yang “diistimewakan”. Polanya jelas: yang dekat aman, yang kritis disingkirkan. Di balik mutasi, beredar dugaan tarif, setoran, dan jalur belakang. Jika ini tidak disebut pungli, lalu apa namanya?

Baca Juga:  Polres Bener Meriah Ungkap Ladang Ganja Tersembunyi di Kebun Kopi, Satu Pelaku Diamankan

Mutasi tanpa anjab dan ABK adalah pelanggaran terang-terangan terhadap sistem merit ASN. Artinya, kebijakan ini cacat hukum sejak lahir. Tapi anehnya, Pemkab Aceh Tenggara tetap melaju seolah kebal hukum—seolah tidak takut pada KASN, tidak gentar pada Inspektorat, dan menantang aparat penegak hukum.

Kaliber Aceh menegaskan:
Pendidikan bukan alat balas dendam politik, bukan ladang pungli, dan bukan arena dinasti kekuasaan.
Jika mutasi busuk ini tidak dibatalkan, maka publik berhak menyimpulkan satu hal: Aceh Tenggara sedang dijarah dari dalam oleh kekuasaannya sendiri.
Hari ini guru yang dikorbankan.
Besok siapa lagi?

Berita Terkait

Ala Retret Kepala Daerah, Pemkab Aceh Tengah Gelar Retret Profesionalisme ASN Selama Sehari Penuh
Kaliber Aceh soroti. penanganan kinerja senilai Rp10,7 miliar di perbatasan Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara kini berada di bawah bayang-bayang
‎Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Laksanakan Komsos Bersama Aparatur Desa Binaan
Sebulan Lebih Belajar di Tenda, Murid MIN 4 Aceh Tengah Keluhkan Panas dan Cepat Letih ‎
Alasan Aceh Tengah Perpanjang Status Tanggap Darurat Ketujuh Kalinya
Tindak Lanjuti Arahan Dirut PT THL, Bupati Haili Yoga Percepat Permukiman Warga Terdampak Bencana
Dukung Program Bank Sampah, Bupati Haili Yoga Serahkan Dump Truck Untuk Sampah Barokah Jaya
‎Dua Perkara Hukum dalam Satu Rentang Waktu: Pencurian dan Penganiayaan Anak di Aceh Tengah, Berjalan Sesuai Proses Hukum
Berita ini 203 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:52 WIB

Mutasi Guru di Aceh Tenggara: Bau Pungli, Cacat Hukum, Dinasti Keluarga Bupati Bermain?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:33 WIB

Ala Retret Kepala Daerah, Pemkab Aceh Tengah Gelar Retret Profesionalisme ASN Selama Sehari Penuh

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:20 WIB

Kaliber Aceh soroti. penanganan kinerja senilai Rp10,7 miliar di perbatasan Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara kini berada di bawah bayang-bayang

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:10 WIB

‎Babinsa Koramil 07/Atu Lintang Laksanakan Komsos Bersama Aparatur Desa Binaan

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:22 WIB

Sebulan Lebih Belajar di Tenda, Murid MIN 4 Aceh Tengah Keluhkan Panas dan Cepat Letih ‎

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:50 WIB

Personel Polres Aceh Tengah dan BKO Brimob Gotong Royong Bersihkan Fasilitas Umum di Dua Kecamatan

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:50 WIB

Tindak Lanjuti Arahan Dirut PT THL, Bupati Haili Yoga Percepat Permukiman Warga Terdampak Bencana

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:58 WIB

Dukung Program Bank Sampah, Bupati Haili Yoga Serahkan Dump Truck Untuk Sampah Barokah Jaya

Berita Terbaru