POKIR DPRA DAPIL 8 diduga jadi ladang bancakan. Fee 20–30 persen, rakyat hanya dapat sisa.KEJATI Aceh jangan tutup mata

- Editor

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara — Apa yang seharusnya menjadi “aspirasi rakyat” kini diduga berubah menjadi ajang pembagian kue kekuasaan. Proyek Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPR Aceh (DPRA) Dapil 8 (Aceh Tenggara–Gayo Lues) disebut-sebut tidak lagi berjalan untuk kepentingan publik, melainkan tersandera oleh praktik fee proyek yang mencapai 20 hingga 30 persen.

Dugaan ini bukan tanpa dasar. Hasil penelusuran lapangan dan laporan masyarakat menunjukkan pola yang berulang: kualitas pekerjaan rendah, pengerjaan asal-asalan, dan proyek yang seolah hanya formalitas untuk mencairkan anggaran.
Ketua LSM Kaliber Aceh,

Zoel Kanedi (ZK Agara), menyebut kondisi ini sebagai bentuk nyata penyimpangan yang terstruktur.

“Ini bukan sekadar proyek gagal. Ini dugaan praktik bancakan anggaran. Fee 20 sampai 30 persen itu bukan angka kecil. Kalau sudah dipotong di awal, yang sampai ke rakyat tinggal sisa,” tegasnya, Jumat (1/5/2026).
Ia menilai, proyek Pokir telah kehilangan ruhnya sebagai aspirasi masyarakat.

“Pokir hari ini diduga bukan lagi soal kebutuhan rakyat, tapi soal siapa yang pegang kendali. Ada indikasi kuat proyek sudah ‘dikunci’ sejak awal lewat uang lobi. Ini yang disebut ijon proyek,” ujarnya.

Sejumlah proyek yang disorot mencakup pembangunan dan rehabilitasi sekolah, jalan desa, rumah layak huni, hingga fasilitas dayah. Namun, dari luar terlihat megah, di dalam diduga rapuh—tidak sesuai spesifikasi dan minim manfaat jangka panjang.

Baca Juga:  Bupati Haili Yoga Sampaikan Nota Pengantar Raqan P-APBK 2025 Di Sidang Paripurna DPRK

ZK Agara bahkan menyebut praktik ini berpotensi merusak sistem pembangunan dari hulu.

“Kalau proyek sudah jadi objek transaksi, maka kualitas bukan lagi prioritas. Yang penting cair. Ini pola yang berbahaya—dan jika benar, ini bukan kerja satu dua orang,” katanya.

LSM Kaliber Aceh juga menyoroti dugaan dominasi kelompok tertentu dalam penguasaan paket proyek, yang memperkuat indikasi bahwa distribusi pekerjaan tidak berjalan secara sehat dan transparan.

Lebih jauh, kondisi ini dinilai sebagai tamparan keras bagi sistem pengawasan yang ada. Negara berpotensi dirugikan, sementara masyarakat hanya menerima dampak dari proyek yang tidak maksimal.

Kaliber Aceh pun mendesak Kejaksaan Tinggi Aceh untuk tidak menutup mata.

“Jangan tunggu ini jadi skandal besar baru bergerak. Dugaan sudah terang, pola sudah jelas.

Kami minta Kejati Aceh segera bentuk tim khusus dan lakukan audit investigatif menyeluruh,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa publik kini semakin sadar dan tidak mudah dibungkam.

“Kalau ini terus dibiarkan, kepercayaan publik akan runtuh. Rakyat akan menilai bahwa proyek Pokir bukan lagi untuk mereka, tapi untuk kepentingan segelintir orang,” tutupnya

Berita Terkait

Menteri Transmigrasi Langsung Respons Laporan Bupati Haili Yoga, Tim Kementerian Tinjau Korban Kebakaran Jagong Jeget
Persiapan Upacara HUT ke-81 RI Dimatangkan, Gladi Kotor Digelar di Lapangan Musara Alun
‎HIMATARA IAIN Takengon Salurkan 40 Tabung Gas dan Bantuan Kebutuhan Korban Kebakaran Pasar Jagong Jeget
PT.Bank Syariah Indonesia, Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget
Satreskrim Polres Aceh Tengah Amankan Terduga Pelaku Pemerkosaan dan Pelecehan Seksual terhadap Anak
Bupati Haili Yoga Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Tegaskan Komitmen Aceh Tengah Bersih dan Lingkungan Asri
‎Kodim 0106 Aceh Tengah Bangun 10 Jembatan, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat
‎Babinsa Koramil 02/Bebesen Perkuat Kebersamaan dengan Warga Melalui Karya Bakti
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Menteri Transmigrasi Langsung Respons Laporan Bupati Haili Yoga, Tim Kementerian Tinjau Korban Kebakaran Jagong Jeget

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:50 WIB

Persiapan Upacara HUT ke-81 RI Dimatangkan, Gladi Kotor Digelar di Lapangan Musara Alun

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:41 WIB

Kodim 0106/Aceh Tengah Siap Sukseskan Launching 2.500 Jembatan Garuda, Bukti Nyata TNI Hadir Membuka Akses dan Harapan Rakyat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:37 WIB

‎HIMATARA IAIN Takengon Salurkan 40 Tabung Gas dan Bantuan Kebutuhan Korban Kebakaran Pasar Jagong Jeget

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:29 WIB

PT.Bank Syariah Indonesia, Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Kebakaran Jagong Jeget

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Bupati Haili Yoga Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Tegaskan Komitmen Aceh Tengah Bersih dan Lingkungan Asri

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:07 WIB

‎Kodim 0106 Aceh Tengah Bangun 10 Jembatan, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Voli Satukan Semangat, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXII Dim 0106/Kodim 0106 Aceh Tengah Raih Prestasi

Berita Terbaru