Santri asal Aceh Tengah Alami Kekerasan, Orang Tua santri  Lapor  ke Polres  Lhokseumawe.

- Editor

Rabu, 19 Februari 2025 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKENGON ,Pilargayonews.com – Dunia pendidikan berbasis agama kembali tercoreng oleh insiden kekerasan di pesantren. Meskipun kasus serupa sering terdengar, peristiwa tersebut tampaknya masih terus terjadi. Kali ini, kejadian tersebut terjadi di Pesantren Dayah Modern Yapena (Damora Arun), yang terletak di kompleks eks PT Arun, Lhokseumawe.

Seorang warga Aceh Tengah melaporkan bahwa putranya, BMS (15), menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh teman seangkatannya, RZ, di pesantren tersebut. Berdasarkan penuturan orang tua korban, insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 15 Februari 2025, sekitar pukul 01.30 dini hari. Menurut cerita anaknya, BMS hendak tidur di biliknya yang letaknya tidak jauh dari bilik RZ. Tiba-tiba, pintu biliknya digedor dan saat dibuka, RZ langsung masuk dan memukuli BMS hingga berdarah.

“Anak saya menceritakan bahwa saat itu ia hendak tidur, namun tiba-tiba pintu digedor. Ketika pintu dibuka, RZ langsung masuk dan memukuli anak saya hingga berdarah-darah,” jelas orang tua BMS, Rabu (19/02/2025).

Setelah dipukuli, BMS keluar dari bilik dalam kondisi terluka parah. Teman-temannya yang melihat hal tersebut segera mencari pertolongan dari penjaga keamanan pesantren. BMS dibawa ke Rumah Sakit Arun yang terletak di sekitar kompleks pesantren. Di rumah sakit, diketahui bahwa pelipis BMS mengalami luka sobek yang serius dan harus dijahit. BMS juga dianjurkan untuk menjalani rawat inap malam itu.

Orang tua BMS mengungkapkan kekecewaannya karena pihak yayasan pesantren tidak segera menghubungi keluarga untuk memberi tahu kejadian yang menimpa anak mereka. Orang tua BMS baru mengetahui kejadian tersebut setelah anaknya menghubungi mereka menggunakan telepon pemilik kantin pesantren, mengabarkan bahwa ia demam akibat luka dan perlu dijahit.

“Kami sangat kecewa karena pihak pesantren malah menghubungi orang tua pelaku lebih dulu daripada kami. Anak kami dipukul hingga berdarah, namun pihak pesantren lebih cepat menghubungi orang tua pelaku,” ungkap orang tua BMS.

Baca Juga:  ‎Babinsa Koramil 06/Jagong Dampingi Warga Dalam Kegiatan Ketahanan Pangan di Bukit Kemuning

Selain itu, orang tua BMS merasa tidak ada itikad baik dari pihak pesantren atau pelaku untuk menyelesaikan masalah ini secara damai. Mereka mengaku sudah menunggu beberapa hari keputusan dari pesantren terkait upaya perdamaian antara korban dan pelaku. Namun, setelah tidak ada kejelasan, mereka memutuskan untuk melapor ke Polres Lhokseumawe.

“Karena kondisi anak kami yang sangat parah akibat luka fisik dan gangguan mental, kami merasa terpaksa melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian,” ujar orang tua korban.

Ketua Dayah Damora Arun, Ustadz Arif, yang dihubungi awak media, membenarkan peristiwa tersebut, tetapi mengklarifikasi bahwa kejadian itu bukan pemukulan melainkan duel satu lawan satu. Menurut Arif, kedua pihak saling memukul, namun korban lebih banyak dan lebih berat menerima pukulan.

“Perlu saya klarifikasi bahwa itu bukan pemukulan, tapi saling pukul antara kedua belah pihak, meskipun korban lebih banyak dan lebih berat menerima pukulan,” jelas Arif.

Terkait kronologi yang disampaikan oleh pihak korban, di mana pelaku mendatangi bilik korban pada pukul 01.30 dini hari dan langsung memukulnya, Arif menyatakan bahwa berdasarkan penyelidikan pihak pesantren, korban yang terlebih dahulu mendatangi bilik pelaku dan ada upaya menantang.

Arif juga mengakui bahwa pihaknya membuat kesalahan dengan menghubungi orang tua pelaku terlebih dahulu daripada orang tua korban. Ia pun sudah meminta maaf kepada keluarga korban. Namun, Arif menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi balas dendam yang dapat terjadi, sehingga pihak pesantren memutuskan untuk menghubungi orang tua pelaku agar anaknya segera diamankan.

“Kami mendengar bahwa ada upaya balas dendam dari pihak korban, jadi kami segera menghubungi orang tua pelaku untuk mengamankan anaknya. Kami khawatir terjadi hal yang lebih buruk jika hal ini tidak segera ditangani,” ungkap Arif.

Sumber Aceh damai

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81 di Desa Rawe
‎Kapolres Aceh Tengah Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Musara Alun Takengon
‎Dandim 0106/Aceh Tengah Hadiri Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-81 RI di Musara Alun Takengon
‎Bupati Aceh Tengah Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Serahkan Bendera Merah Putih kepada Paskibraka
‎Anggota Koramil 06/Jagong Ikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Jeget Ayu
Kapolres dan Personel Polres Aceh Tengah Ikuti Upacara Kehormatan dan Renungan Suci, Kenang Jasa Para Pahlawan
‎Dandim 0106/Aceh Tengah Hadiri Taptu dan Pawai Obor, Kobarkan Semangat Kebangsaan Sambut HUT ke-81 RI
Kapolres Aceh Tengah Bersama Forkopimda Ikuti Taptu dan Pawai Obor, Semarakkan HUT RI ke-81
Berita ini 250 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:33 WIB

Semarak HUT RI ke-81 di Desa Rawe

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:13 WIB

‎Kapolres Aceh Tengah Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Musara Alun Takengon

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:56 WIB

‎Dandim 0106/Aceh Tengah Hadiri Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-81 RI di Musara Alun Takengon

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:54 WIB

‎Bupati Aceh Tengah Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Serahkan Bendera Merah Putih kepada Paskibraka

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:15 WIB

‎Anggota Koramil 06/Jagong Ikuti Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Desa Jeget Ayu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 17:03 WIB

‎Dandim 0106/Aceh Tengah Hadiri Taptu dan Pawai Obor, Kobarkan Semangat Kebangsaan Sambut HUT ke-81 RI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:53 WIB

Kapolres Aceh Tengah Bersama Forkopimda Ikuti Taptu dan Pawai Obor, Semarakkan HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agustus 2026 - 16:47 WIB

‎Bupati Aceh Tengah Pimpin Taptu dan Pawai Obor, Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Berita Terbaru

Aceh Tengah

Semarak HUT RI ke-81 di Desa Rawe

Senin, 17 Agu 2026 - 11:33 WIB