Wabup Muchsin Dampingi Tim Satgas PRR Nasional Monev Rehab Rekon di Aceh Tengah

Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, mendampingi Tim Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi (PRR) Nasional dalam kegiatan monitoring dan evaluasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan diawali dengan rapat yang dilaksanakan di Ruang Kerja Wakil Bupati Aceh Tengah, Selasa (06/10/26).

Tim Satgas PRR Nasional kali ini dipimpin oleh Laksma TNI Nouldy J. Tangkas dengan membawa 3 anggota serta anggota dari Kemendikdasmen dan Kementerian PU.

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk memastikan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab Rekon) pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah berjalan sesuai target.

Dalam rapat awal, Wabup Muchsin melaporkan kondisi terkini di lapangan terkait infrastruktur yang masih membutuhkan penanganan permanen.

“Kami laporkan bahwa sampai saat ini masih banyak jembatan penghubung jalur ekonomi masyarakat, saluran irigasi, serta akses jalan usaha tani yang menghubungkan masyarakat dengan lahan pertaniannya yang belum tertangani secara permanen. Apalagi saat ini kita sudah memasuki musim penghujan, beberapa titik kembali tertutup material longsoran. Kami sangat berharap kehadiran pemerintah pusat melalui Satgas PRR Nasional dapat membantu memperbaiki secara permanen,” ujar Wabup Muchsin.

Dalam kesempatan tersebut juga dibahas peningkatan persentase pengerjaan beberapa titik rehab rekon serta kendala dalam menghadapi rehab rekon tersebut.

Laksma TNI Nouldy J. Tangkas menjelaskan, “Kami melaksanakan monev untuk perpanjangan tangan pemerintah pusat agar segala sesuatu kendala terkait percepatan rehab rekon dapat diluruskan. Kami melihat beberapa titik lapangan pada saat monev Juli lalu masih terdapat pekerjaan yang perlu dipercepat sehingga kami hadir untuk memastikan titik-titik tersebut berjalan dengan baik dari monev sebelumnya.”

Menambahkan keterangan tersebut, Kolonel Laut Daniel Setiawan menerangkan, “Kami hadir di sini membantu analisa lapangan dan menghadirkan feedback untuk Kaposko Satgas PRR Sumatera yang sebelumnya sudah hadir di Aceh Tengah. Sehingga, setiap pekerjaan dapat berjalan serta percepatan rehab rekon ini bisa selesai tepat waktu, apalagi kita mulai memasuki akhir tahun sehingga percepatan ini memang perlu dilaksanakan.”

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan yang direncanakan berlangsung selama dua hari sebagai tindak lanjut dari monev bulan Juli lalu. Tim Satgas PRR Nasional bersama Wabup Muchsin mengawali kunjungan di lokasi pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Dedalu, sekitar Danau Lut Tawar. SPAM ini nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk wilayah kecamatan sekitar Kota Takengon seperti Kebayakan, Bebesen, dan Lut Tawar, yang bersumber dari air Danau Lut Tawar. Hingga saat ini progres pengerjaannya telah mencapai 40% dan masih akan berlanjut hingga 90 hari ke depan.

Perjalanan dilanjutkan ke SD Negeri 11 Pegasing di Desa Tebuk. Sekolah tersebut sebelumnya direncanakan untuk direlokasi, namun tingginya harga tanah menyebabkan anggaran tidak mencukupi, sehingga solusi yang diambil saat ini adalah melakukan normalisasi sungai yang sebelumnya menggerus dan merusak bangunan sekolah. Akan tetapi, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Aceh Tengah masih berusaha untuk mengusulkan ulang sekolah tersebut ke dalam program revitalisasi.

Tim kemudian bergerak menuju lokasi longsoran atau sinkhole di Kecamatan Ketol. Fenomena gerusan tanah ini sebenarnya telah berlangsung lama, namun memuncak saat bencana hidrometeorologi terjadi. Kedalamannya mencapai 100 meter dan hingga kini masih terus mengalami gerusan. Akibatnya, jalan produksi yang menjadi akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian terputus, sehingga warga harus menempuh jalur alternatif melalui Desa Segene Balik tembus ke Desa Pondok Balik. Saat ini jarak gerusan terdekat dengan permukiman warga hanya sekitar 600 meter.

Tidak jauh dari lokasi tersebut, tim juga meninjau jalan alternatif yang digunakan warga sebagai pengganti jalan yang terputus akibat sinkhole. Jalan sepanjang sekitar 2,3 KM ini merupakan akses utama warga Kecamatan Ketol, namun kondisinya sempit dan mengalami kerusakan sehingga sebelumnya sempat terjadi kecelakaan kendaraan roda empat yang terperosok akibat saling mendahului. Pada kesempatan itu, Wabup Muchsin secara khusus meminta kepada Laksma Nouldy untuk dapat menyuarakan perbaikan jalan alternatif tersebut kepada pemerintah pusat.

Kunjungan lapangan di hari pertama ditutup di lokasi pembangunan Jembatan Segene Balik. Jembatan dengan bentang sekitar 120 meter ini menjadi akses vital bagi warga sekitar untuk beraktivitas sehari-hari termasuk anak-anak untuk bersekolah. Saat ini pengerjaannya telah mencapai 58% dengan telah masuknya material-material konstruksi.

Turut hadir dalam kegiatan monev tersebut Plt. Sekda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan Balai PU, serta SKPK terkait. Kegiatan monev akan dilanjutkan keesokan hari dengan beberapa titik kunjungan yang telah ditentukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *