“Berkedok Syari’ah, PT FIF Cabang Aceh Tengah Diduga Terapkan Bunga Mencekik hingga 30 Persen”

- Editor

Kamis, 15 Mei 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – pilargayonews.com -15 Mei 2025, Lembaga pembiayaan yang mengklaim berbasis syari’ah, PT Federal International Finance (FIF) Cabang Aceh Tengah, kembali disorot. Sejumlah nasabah mengeluhkan sistem pembiayaan yang diduga menerapkan beban biaya hingga 30 persen dari jumlah pokok pinjaman,praktik yang secara prinsip dinilai bertentangan dengan nilai-nilai syari’ah.

 

Berdalih akad murabahah atau jual beli syari’ah, ternyata nasabah justru dibebani angsuran yang dianggap lebih memberatkan dari sistem konvensional, seorang nasabah ya g tidak mau di sebutkan namanya mengatakan

“Awalnya kami percaya karena diberi label syari’ah, tapi kenyataannya cicilan kami bengkak, jauh dari asas keadilan dan transparansi,saya meminjam uang 13 juta dalam jangka waktu 1 tahun tapi di dalam kwintansi saya harus membayar 19 juta, setalah saya tau bunganya 30 ℅ saya baru sadar bahwa meminjam di FIF hampir sama dengan meminjam dari Rentenir. ” Tutupnya

 

Parahnya lagi, masyarakat kerap merasa pasrah karena tidak memahami secara utuh konsep akad syari’ah yang sebenarnya. “Kami ini cuma tahu syari’ah itu tidak ada riba, tapi ternyata tetap dihitung bunga—bahkan sampai 30 persen,” keluhnya.

 

Fenomena ini sudah berlangsung lama dan menimbulkan desakan dari berbagai kalangan agar otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), segera turun tangan melakukan audit dan peninjauan terhadap pola pembiayaan di PT FIF Takengon.

 

Seorang pakar ahli ekonomi Syari’ah yang tidak mau di sebutkan namanya,juga menjelaskan bahwa dalam akad murabahah, lembaga pembiayaan menjual barang kepada nasabah dengan harga yang sudah ditambahkan margin keuntungan yang disepakati di awal. “Bukan bunga berjalan, tapi margin tetap. Misalnya motor dibeli Rp10 juta, lalu dijual Rp13 juta dengan cicilan selama 1 tahun. Itu sah jika diketahui dan disepakati sejak awal, serta tidak ada denda tambahan jika terlambat,” jelasnya.

Baca Juga:  ‎Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Gelar Karya Bakti Bersama Warga di Hakim Bale Bujang ‎

 

Namun, ia menjelaskan,jika lembaga pembiayaan menambahkan beban lain secara sepihak, apalagi menggunakan sistem bunga seperti pinjaman konvensional, maka hal itu jelas bertentangan dengan prinsip syari’ah. “Label syari’ah harus diikuti dengan prinsip syari’ah. Kalau tetap ada unsur riba terselubung, maka itu manipulasi akad,” tegasnya.

 

Aktivis Aceh Tengah Julian Binasco, menilai bahwa lemahnya pengawasan serta belum adanya regulasi teknis membuat banyak celah manipulasi. “Aceh sudah punya Qanun LKS, tapi kalau tidak ditegakkan dengan serius, pelaku usaha bisa bebas menggunakan istilah syari’ah tanpa praktik yang sesuai,” katanya.

 

Ia mendesak Pemerintah Aceh dan DPR Aceh merumuskan aturan rinci perbankan syari’ah yang memastikan keadilan, transparansi, serta pengawasan ketat. “Label syari’ah bukan kosmetik. Jika praktiknya justru zhalim, itu penghinaan terhadap prinsip Islam,” tegasnya.

 

Masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat memahami akad-akad syari’ah sebelum menandatangani perjanjian pinjaman, serta aktif melapor jika menemukan praktik mencurigakan.

 

 

Editor:Yusra Efendi

 

 

Berita Terkait

‎Babinsa Koramil 01/Lut Tawar Laksanakan Karya Bhakti Bersama Warga Desa Pedemun One-One
‎Babinsa Koramil 09/Ketol Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Jalan Desa Bergang
‎Gunakan Hak Pengawasan, Ketua DPRK Tegur Pelaksana dan Dinas Terkait Isu Tarif Lapak Pacuan Kuda
Empat Tahun Satupena.co.id: Merawat Kebersamaan, Menjaga Integritas, Menghasilkan Karya
Dandim 0106/Aceh Tengah Rangkul Tokoh Agama, Masyarakat dan Pemuda Jaga Kondusivitas
Danramil 09/Ketol Hadiri Persami KKRI Gelombang V Tahun 2026
Dandim 0106/Aceh Tengah Terima Tim Audit Itdam IM di Makodim
‎SPPG Kute Nireje Lut Tawar Salurkan MBG untuk 2.297 Penerima di Aceh Tengah
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:48 WIB

Empat Tahun Satupena.co.id: Merawat Kebersamaan, Menjaga Integritas, Menghasilkan Karya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Peserta PKA Angkatan I Tahun 2026 Laksanakan Studi Lapangan di DPMPTSP Kota Medan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:13 WIB

Dandim 0106/Aceh Tengah Terima Tim Audit Itdam IM di Makodim

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:07 WIB

‎SPPG Kute Nireje Lut Tawar Salurkan MBG untuk 2.297 Penerima di Aceh Tengah

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:35 WIB

‎Bersama Kapolda Aceh, Ketua DPRK Aceh Tengah Dukung Swasembada Bawang Putih di Jagong Jeget

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:54 WIB

‎Babinsa Koramil 03/Pegasing Laksanakan Komsos Bersama Aparatur Kampung Arul Latong

Rabu, 19 Agustus 2026 - 03:09 WIB

Dukung Program Kampung Inggris, Bupati Haili Yoga Serahkan Kendaraan Pengangkut Sampah ke Timangan Gading

Rabu, 19 Agustus 2026 - 02:00 WIB

‎Semarak HUT ke-81 RI, Dua Desa di Pegasing Bersatu Gelar Beragam Perlombaan

Berita Terbaru