Eks Panglima GAM Linge Fauzan Azima: “UUPA Senjata Aceh, Setara Nuklir”

- Editor

Jumat, 19 September 2025 - 17:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Acehpilargayonews.com| Eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Linge, Fauzan Azima, menegaskan bahwa perjuangan Aceh secara militer telah berakhir sejak ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005. Namun, ia menilai tantangan terbesar Aceh saat ini adalah bagaimana memanfaatkan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) sebagai senjata utama dalam memperjuangkan kewenangan daerah.

“Kalau dulu kita menggunakan senjata konvensional, sekarang senjata kita adalah UUPA. Dahsyatnya bisa disetarakan dengan nuklir. Bedanya, dulu senjata diarahkan pada sasaran tertentu, sekarang UUPA seharusnya jadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Fauzan dalam Seminar Keacehan di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (19/9/2025).

Fauzan menyayangkan UUPA kerap diabaikan, padahal salah satu tujuan utama perjuangan Aceh melawan Jakarta dulu adalah untuk memperoleh kedaulatan dan kewenangan penuh. Ia mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan amanat sejarah.

Baca Juga:  Dandim Aceh Tengah Terima Gelar Warga Kehormatan Gayo dan Tahta Adat Linge

“Qanun itu pagar kewenangan Aceh. Tapi faktanya, UUPA seperti mati suri. Memperjuangkannya sama beratnya dengan perjuangan bersenjata dulu,” katanya.

Lebih lanjut, Fauzan menekankan pentingnya aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat eselon, memahami secara mendalam isi UUPA. Menurutnya, setiap kebijakan di Aceh seharusnya berlandaskan aturan tersebut.

“Kita hidup di Aceh, maka ASN wajib tahu UUPA. Jangan sampai mengabaikan hak-hak Aceh yang sudah diatur,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar UUPA menjadi dasar utama dalam setiap kebijakan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam. Fauzan mencontohkan kawasan ekosistem Leuser yang apabila dikelola dengan tepat, dapat menjadi instrumen penting untuk memperkuat kedaulatan Aceh.

 

**

Berita Terkait

Pemkab Aceh Tengah Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi Pansus, Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan Publik
‎Babinsa Koramil 06/Jagong Pererat Silaturahmi dengan Warga melalui Komsos di Bukit Kemuning
Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah, Sekda Mursyid Tekankan Pentingnya Karakter dan Persiapan Masa Depan
Bupati Haili Yoga Lepas Dandim Lama Raden Herman, Sambut Dandim Baru Rudy
Kurang dari 3 Minggu Polres Aceh Tengah Tangkap 6 Pengedar dan 7 Kurir, termasuk 2 pelaku di Bener Meriah sebagai pemasok
‎Babinsa Koramil 06/Jagong Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Warga Desa Gegarang
Yuska Mashudi dan Martis Bersinergi Turunkan Alat Berat Secara Swadaya, Bantu Pemulihan Permukiman Korban Bencana di Jongok Meluem
‎Edi Gunawan Ajak Pengurus Baru KNPI Aceh Tengah Ciptakan Sinergi dan Kolaborasi demi Kemajuan Daerah
Berita ini 116 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:44 WIB

Pemkab Aceh Tengah Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi Pansus, Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:23 WIB

‎Babinsa Koramil 10/Celala Bantu Warga Panen Padi, Wujud Dukungan TNI terhadap Ketahanan Pangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:20 WIB

‎Babinsa Koramil 06/Jagong Pererat Silaturahmi dengan Warga melalui Komsos di Bukit Kemuning

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:58 WIB

Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah, Sekda Mursyid Tekankan Pentingnya Karakter dan Persiapan Masa Depan

Senin, 20 Juli 2026 - 09:55 WIB

Satreskrim Polres Aceh Tengah Terbitkan DPO terhadap Terlapor Kasus Dugaan Penganiayaan dan Penggelapan

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:20 WIB

Bupati Haili Yoga Lepas Dandim Lama Raden Herman, Sambut Dandim Baru Rudy

Minggu, 19 Juli 2026 - 12:53 WIB

Kurang dari 3 Minggu Polres Aceh Tengah Tangkap 6 Pengedar dan 7 Kurir, termasuk 2 pelaku di Bener Meriah sebagai pemasok

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:01 WIB

‎Babinsa Koramil 06/Jagong Perkuat Ketahanan Pangan Bersama Warga Desa Gegarang

Berita Terbaru