Delapan Oknum Kepsek SMA/SMK Dipanggil Polda Aceh, Dugaan Jual Beli Jabatan Pendidikan.

- Editor

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH TENGGARA – Aroma dugaan praktik jual beli jabatan dalam pengangkatan Kepala Sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Aceh Tenggara kini semakin kuat dan menjadi perhatian serius masyarakat.

Informasi yang beredar menyebutkan, sedikitnya delapan oknum kepala sekolah dipanggil oleh Polda Aceh untuk dimintai keterangan terkait dugaan pungutan liar dan transaksi jabatan pada proses pelantikan kepala sekolah Januari 2026 lalu.

Kasus ini kini menjadi buah bibir di tengah masyarakat karena dinilai telah mencoreng dunia pendidikan yang seharusnya bersih dari praktik-praktik kotor birokrasi.

Ketua Kaliber Aceh, Zk Agara, menilai pemanggilan tersebut bukan perkara biasa. Ia menduga ada aktor besar yang bermain di balik proses pengangkatan sejumlah kepala sekolah SMA dan SMK di Aceh Tenggara.

“Kalau memang benar ada dugaan setoran dalam pengangkatan kepala sekolah, ini sangat memalukan dan mencederai dunia pendidikan. Jabatan kepala sekolah tidak boleh dijadikan komoditas transaksi. Pendidikan bukan tempat jual beli kekuasaan,” tegas Zk Agara.

Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada pemeriksaan kepala sekolah semata, tetapi juga membongkar siapa pihak yang diduga mengatur alur pengangkatan hingga muncul dugaan setoran dan praktik pungli tersebut.

Menurutnya, praktik seperti ini sangat berbahaya karena dapat melahirkan pemimpin sekolah yang tidak berorientasi pada kualitas pendidikan, melainkan hanya berupaya mengembalikan modal yang diduga telah dikeluarkan saat proses mendapatkan jabatan.

“Kalau jabatan didapat dengan cara membeli, maka yang dipikirkan bukan lagi mutu pendidikan, tapi bagaimana mengembalikan uang. Ini yang berbahaya. Dunia pendidikan bisa rusak total karena dipenuhi kepentingan,” ujarnya.

Sorotan tajam juga mengarah pada kondisi sejumlah sekolah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan fasilitas, minim perhatian, bahkan kualitas pendidikan yang belum maksimal. Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, dugaan praktik jual beli jabatan justru mencuat dan memancing kemarahan publik.

Baca Juga:  Kejari Aceh Tengah dan Polres Gelar Dialog Interaktif "Jaksa Menyapa" Bahas Pencegahan Narkotika

Salah satu yang menjadi perhatian masyarakat ialah kondisi SMA Negeri Semadam yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, baik dari sisi fasilitas maupun kualitas pengembangan pendidikan. Masyarakat berharap anggaran pendidikan dan rehabilitasi sekolah benar-benar digunakan sesuai peruntukan, bukan malah diduga terseret dalam kepentingan oknum tertentu.

Kaliber Aceh menilai, jika dugaan ini benar terbukti, maka persoalan tersebut tidak lagi sekadar pelanggaran administrasi atau etik birokrasi, melainkan sudah mengarah pada dugaan tindak pidana korupsi, pungutan liar, hingga penyalahgunaan kewenangan dalam proses pengangkatan pejabat pendidikan.

“Ini bukan persoalan kecil. Kalau benar ada transaksi jabatan, maka ada dugaan penyalahgunaan kekuasaan. Aparat penegak hukum harus berani mengusut sampai ke akar-akarnya. Jangan ada yang dilindungi,” lanjut Zk Agara.

Masyarakat Aceh Tenggara kini menunggu langkah tegas Polda Aceh untuk mengungkap siapa dalang utama di balik dugaan praktik kotor tersebut. Publik berharap penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tanpa tebang pilih agar kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan tidak semakin hancur.

Kasus ini juga menjadi tamparan keras bagi sistem pendidikan di Aceh Tenggara. Jabatan kepala sekolah yang seharusnya lahir dari kompetensi, integritas, prestasi, dan kemampuan memimpin, kini justru dibayangi dugaan praktik transaksional yang merusak moral birokrasi pendidikan.

Di tengah harapan masyarakat terhadap kemajuan pendidikan daerah, munculnya dugaan jual beli jabatan ini menjadi alarm serius bahwa dunia pendidikan Aceh Tenggara sedang tidak baik-baik saja

Berita Terkait

‎SPPG Kutenireje Lut Tawar Salurkan MBG untuk 2.295 Penerima, Sasar Pelajar hingga Kelompok Rentan
‎Suhada Laporkan Kepala SMP Negeri 2 Takengon ke Kejaksaan Terkait Dugaan Pergantian Ketua P2SP Program Revitalisasi Sekolah
Tembus 62 Ribu Kunjungan Wisatawan Di Bulan April, Sekarang Aceh Tengah Miliki Data Pariwisata Digital
‎Piket Koramil 01/Lut Tawar Laksanakan Pembersihan Makoramil
‎RSUD Datu Beru Aceh Tengah Sambut Baik Rencana Pencabutan Pergub JKA, Pasien Tak Mampu Pernah Ditangani dengan Dana Talangan
‎Warga Minta Reje Kampung Ujung Gele Diberhentikan, Inspektorat Temukan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Rp308,9 Juta
Kapolres Aceh Tengah Dampingi Kunker Mendagri di Aceh Tengah Serta Lakukan Pengamanan
Kabar Gembira Untuk Warga Aceh Tengah Kini Bisa Berobat Dengan BPJS di RS Gayo Medical Center
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:46 WIB

‎Semarak HUT ke-81 RI, UPTD Pasar Paya Ilang Gelar Lomba Rakyat, Pertama Kali Digelar Dinas Perdagangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Satreskrim Polres Aceh Tengah Amankan Pelaku Penganiayaan, Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:31 WIB

Jembatan Bailey Brawang Gajah Dikebut, Akses Warga Segera Terhubung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:29 WIB

‎Wujud Kepedulian Babinsa, Aktif Laksanakan Komsos Bersama Warga di Tanoh Depet

Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:07 WIB

‎Setelah Lama Menanti, Keluarga Besar Aman Dimot Akhirnya Diundang pada Upacara HUT ke-81 RI di Aceh Tengah

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:13 WIB

‎Kapolres Aceh Tengah Hadiri Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Musara Alun Takengon

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:56 WIB

‎Dandim 0106/Aceh Tengah Hadiri Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-81 RI di Musara Alun Takengon

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:54 WIB

‎Bupati Aceh Tengah Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Serahkan Bendera Merah Putih kepada Paskibraka

Berita Terbaru

Aceh Tengah

Jembatan Bailey Brawang Gajah Dikebut, Akses Warga Segera Terhubung

Selasa, 18 Agu 2026 - 04:31 WIB