ACEH TENGGARA – RSUD H. Sahudin menunjukkan perubahan signifikan di bawah kepemimpinan Direktur, dr. Mhd Al Fazri. Rumah sakit daerah yang sebelumnya sempat menuai kritik dari masyarakat kini berangsur membaik, baik dari sisi manajemen, kedisiplinan pelayanan, hingga kenyamanan pasien.
Sang ayah dikenal luas sebagai figur pembangunan di daerahnya. Kini, pengabdian sang anak mengambil jalur berbeda: mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerahnya sendiri.
Sejumlah perubahan mulai terasa dalam pelayanan sehari-hari. Proses administrasi kini dinilai lebih tertata dengan alur yang jelas, sehingga pasien tidak lagi kebingungan saat mengurus pendaftaran maupun layanan lanjutan. Pelayanan juga disebut lebih cepat dan terkoordinasi dibandingkan sebelumnya.
Tenaga medis dan perawat dinilai lebih responsif dalam menangani keluhan pasien. Waktu tunggu relatif lebih terkendali, sementara kebersihan ruangan, kerapian lingkungan, serta pengawasan internal diperhatikan lebih serius.
Yang paling mendapat apresiasi adalah gaya kepemimpinan direktur yang aktif dan turun langsung ke lapangan. dr. Mhd Al Fazri, Sp.B., tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga melakukan pemantauan langsung terhadap pelayanan. Ia berdialog dengan pasien, mendengar masukan keluarga pasien, serta memastikan standar pelayanan dijalankan oleh seluruh jajaran rumah sakit.
Dalam berbagai kesempatan, ia juga merespons langsung persoalan yang menyangkut pasien tanpa menunda, langkah yang dinilai memberi rasa aman dan kepastian bagi masyarakat.
Transformasi tersebut tentu tidak terjadi dalam semalam. Mengelola rumah sakit daerah memiliki tantangan tersendiri, mulai dari keterbatasan fasilitas, tekanan pelayanan yang tinggi, hingga ekspektasi masyarakat yang terus meningkat.
Namun melalui pembenahan sistem dan penguatan disiplin internal, RSUD H. Sahudin kini dinilai lebih profesional dan lebih manusiawi dalam melayani.
Apresiasi juga datang dari Ketua KALIBER Aceh Tenggara, ZK Agara, yang menilai perubahan tersebut sebagai refleksi dari pembenahan nyata yang dirasakan masyarakat secara langsung.
Masyarakat Aceh Tenggara kini mulai kembali menaruh kepercayaan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak yang harus diberikan secara layak, bukan sekadar fasilitas. Ketika rumah sakit mampu menghadirkan layanan yang cepat, bersih, ramah, dan terkoordinasi, maka kepercayaan publik pun tumbuh kembali.
Ke depan, perbaikan ini diharapkan dapat dijaga secara konsisten dan diperkuat dengan peningkatan fasilitas serta kualitas sumber daya manusia. Dengan demikian, RSUD H. Sahudin dapat menjadi rumah sakit kebanggaan daerah yang benar-benar menjawab kebutuhan rakyat.
“Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya tentang pengobatan, tetapi tentang tanggung jawab, profesionalisme, dan komitmen kepada masyarakat,” ujar dr. Mhd Al Fazri.







