Hadir di Aceh Tengah, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Menjadi Penceramah Tausyiah Subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon

- Editor

Kamis, 29 Januari 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, hadir langsung di Kabupaten Aceh Tengah dan menyampaikan tausyiah Subuh di Masjid Agung Ruhama Takengon, Kamis subuh (29/01/2026).

Kehadiran Menteri Pendidikan membawa berkah, terlihat dari animo ribuan jamaah shalat subuh tampak memadati Masjid kebanggaan masyarakat Aceh Tengah, termasuk Bupati Aceh Tengah, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Forkopimda, para kepala SKPK, kepala sekolah, guru, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Mendikdasmen yang berkenan memberikan tausyiah dan pencerahan kepada masyarakat Aceh Tengah, khususnya pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah tersebut.

Bupati menjelaskan bahwa Masjid Agung Ruhama terus dimaksimalkan fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti penyaluran bantuan bagi anak yatim, fakir miskin, dan para musafir.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan kondisi dunia pendidikan di Aceh Tengah pascabencana. Beberapa sekolah mengalami kerusakan berat dan harus direlokasi. Namun di tengah keterbatasan tersebut, terdapat kisah keteladanan para guru yang tetap hadir mengajar meski harus menempuh akses yang jauh dan sulit.

“Kami memohon penghargaan dan perhatian khusus bagi para guru yang tetap mengabdi di tengah kondisi bencana dan keterbatasan akses. Mereka adalah teladan ketulusan dan pengabdian”, ujar Bupati.

Baca Juga:  Perjuangkan Dana Bagi Hasil Kopi Gayo, Bupati Haili Yoga Temui Menteri Perdagangan

Menanggapi hal tersebut, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed dalam tausyiahnya menyampaikan bahwa iman menjadi pembeda utama dalam menghadapi musibah. Orang yang beriman, kata dia, akan mampu menerima cobaan dengan keikhlasan dan menjadikannya sebagai sarana pembelajaran hidup.

“Iman dan ilmu memiliki hubungan yang sangat erat. Ilmu menerangi hati dalam memahami situasi dan kondisi apa pun. Orang yang beriman dan berilmu tidak meratapi musibah, tetapi belajar dari apa yang terjadi”, ungkap Mendikdasmen.

Ia menegaskan bahwa perbedaan manusia dengan makhluk Allah lainnya terletak pada akal dan ilmu. Oleh karena itu, untuk menjadikan bangsa ini sebagai bangsa yang berilmu, kunci utamanya adalah pendidikan dan budaya membaca.

Dalam pesannya tentang kepemimpinan, Abdul Mu’ti mengingatkan agar seorang pemimpin mampu memahami dan mendengarkan bahasa masyarakat. Ia mencontohkan keteladanan Nabi Muhammad SAW yang mampu memahami seluruh bahasa makhluk, bahkan bahasa semut.

Terkait pemulihan pendidikan pascabencana, Mendikdasmen menegaskan komitmen pemerintah pusat. “Dengan segala keterbatasan yang kami miliki, kami akan berupaya merehabilitasi bangunan sekolah yang terdampak bencana sesegera mungkin. Sekolah yang rusak berat dan perlu relokasi akan dibangun kembali, dan kami mohon dukungan Pak Bupati untuk penyediaan lahannya”, ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengganti mobiler dan buku-buku sekolah yang rusak sesuai dengan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tengah Sambut 20 Mahasiswa STIK Angkatan 83 untuk Pengabdian Masyarakat
Polres Aceh Tengah dan Brimob Lanjutkan Gotong Royong Pemulihan Fasilitas Publik di Kecamatan Bintang dan Rusip Antara
‎Anggota Koramil 09/Ketol Awasi Pembersihan Longsor di Jalan
‎SMSI Gayo Peringati HPN 2026 di Aceh Tengah, Tegaskan Komitmen Pers Sehat dan Beretika
Spekulasi Konflik Ditepis, Pemkab dan Insan Pers Fokus Bangun Dialog Bermartabat
Hari Pers Nasional 2026, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah Apresiasi Pers dalam Membangun Daerah
Polres Aceh Tengah dan Brimob Lanjutkan Gotong Royong Pulihkan Fasilitas Umum, Polindes, dan Sarana Air Bersih
Pembangunan Jembatan Gantung di Desa Burlah Aceh Tengah Capai 46,5 Persen
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 03:33 WIB

PROGRAM LITERASI & DANA NARKOBA DD 2025 ACEH TENGGARA BAU BUSUK, RAKYAT SEDANG DIBODOHI.!

Kamis, 5 Februari 2026 - 03:02 WIB

Ketua KALIBER Aceh: Kepemimpinan SAH Bangkrut, Rapor Merah Total untuk Salim Fakhry–Heri Alhilal.Perbaikan Hanya Selogan saja

Senin, 2 Februari 2026 - 09:02 WIB

Ketua KALIBER Aceh Apresiasi Kinerja Sahebun, Dinilai Sebagai Kontraktor Profesional dan Berintegritas di Aceh Tenggara

Senin, 2 Februari 2026 - 03:22 WIB

Uang Rutin Dinas PUPR Aceh Tenggara 2025 Diduga Direkayasa, Kegiatan Fiktif Menguat di Kecamatan Lauser

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:01 WIB

Surat Pengunduran Diri Kades Terutung Payung Hulu Sejak 10 November 2025, Namun Masih Berkuasa: Ada Apa dengan Pemkab Aceh Tenggara?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 05:52 WIB

Mutasi Guru di Aceh Tenggara: Bau Pungli, Cacat Hukum, Dinasti Keluarga Bupati Bermain?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 04:20 WIB

Kaliber Aceh soroti. penanganan kinerja senilai Rp10,7 miliar di perbatasan Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara kini berada di bawah bayang-bayang

Kamis, 29 Januari 2026 - 04:06 WIB

Program Titipan Dana Desa 2025, Nama Oknum ketua DPRK terseret. Kaliber Aceh minta kajagung turunkan time inteligen

Berita Terbaru

Aceh Tengah

‎Anggota Koramil 09/Ketol Awasi Pembersihan Longsor di Jalan

Selasa, 10 Feb 2026 - 07:32 WIB