Hari Kedua Monev Rehab Rekon, Wabup Muchsin Dampingi Satgas PRR Pusat Tinjau Jalan Hingga Fasilitas Pendidikan di Celala

Takengon – Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, kembali mendampingi Tim Satgas Pemulihan dan Rehabilitasi (PRR) Pusat yang dipimpin Laksma TNI Nouldy J. Tangkas dalam monitoring dan evaluasi (Monev) kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah. Para peserta monev berkumpul di Setdakab Aceh Tengah, Rabu (07/10/26).

Kegiatan monev hari kedua juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan, serta Kepala SKPK terkait.

Kegiatan hari kedua diawali dari Jalan Pepalang – Berawang Gading, Kecamatan Celala. Jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dengan panjang 16,5 KM, namun mengalami kerusakan berat di beberapa titik berupa badan jalan amblas dan longsor susulan. Salah satu titik yang juga ditinjau adalah jalan putus akibat gorong-gorong yang terbawa arus air.

Melihat kondisi tersebut, Wabup Muchsin menerangkan, “Memang jalan ini milik kabupaten tetapi jika kondisinya ekstrem seperti ini, terdapat tebing-tebing curam yang membahayakan perjalanan masyarakat, kami harapkan pemerintah pusat dapat memberi perhatian juga pada jalan kabupatrn ini.”

Sembari melaksanakan monev, Laksma Nouldy menanggapi penyampaian Wabup Muchsin, “Memang kita fokus ke dalam tanggung jawab yang melekat untuk perbaikan jalan, tapi melihat kondisi ini nanti kita coba sampaikan melalui Satgas PRR.”

Selanjutnya monev dilanjutkan ke Desa Kuyun Uken, Kecamatan Celala. Di lokasi tersebut tim melihat kondisi sawah yang rusak berat akibat bencana. Untuk diketahui, di sekitar sawah terdapat aliran sungai yang telah dinormalisasi oleh Dinas PUPR Acrh Tengah akibat bencana beberapa waktu lalu, namun kembali terjadi kerusakan akibat curah hujan yang meningkat beberapa hari terakhir.

Selanjutnya tim monev menuju kolam darat yang berada di Desa Melala, Kecamatan Celala, yang terimbas bencana. Kolam ini milik masyarakat yang sebagian besar ikannya terbawa arus akibat debit air dari arah mata air yang meluap pada bencana hidrometeorologi. Terdapat juga longsoran yang menutupi sebagian kolam masyarakat. Masyarakat secara mandiri sudah memperbaiki kolam yang terimbas bencana serta berharap mendapat kompensasi atas kerusakan yang telah diperbaiki secara mandiri. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya bantuan benih ikan.

“Waktu banjir itu semua ikan habis terbawa air, kolam juga sebagian tertimbun longsor. Kami sudah bersihkan sendiri semampu kami karena ini mata pencaharian kami. Kami berharap pemerintah bisa bantu ganti rugi tenaga kami yang sudah kerja mandiri dan bantu benih lagi supaya kolam bisa kami pakai kembali” ungkap salah satu pemilik kolam.

Selanjutnya tim bergerak menuju TK Negeri Pembina Celala di Desa Blang Kekumur, Kecamatan Celala. Sekolah tersebut mengalami kerusakan pada halaman sekolah serta semula ada bangunan yang akan dibangun di atas tanah yang longsor kemudian harus dipindah di halaman yang memungkinkan. Saat ini halaman sudah diperbaiki dengan membuat tembok penahan tanah (TPT) dan ditimbun ulang. Jumlah siswa di sekolah tersebut berjumlah 28 siswa.

Lokasi terakhir yang dikunjungi adalah pekerjaan Jalan dan Jembatan Skep Celala yang merupakan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Aceh Tengah dengan Kabupaten Nagan Raya. Jalan dan jembatan dikerjakan oleh Adhi Karya mitra dari BPJN Kementerian PU. Pak Toto selaku Manajer Proyek menerangkan bahwa pekerjaan tersebut telah terlaksana sekitar 45% dan lalu lintas tetap berjalan melalui jalan darurat yang telah dibersihkan selagi jalan dan jembatan tetap dikerjakan.

Laksma Nouldy menerangkan, “Kami dari Satgas PRR Nasional, ini hari kedua kami di Aceh Tengah saat ini sedang memantau pembangunan jalan dan jembatan. Bapak Wabup juga mengingatkan tadi akan keamanan jalan untuk ditingkatkan mengantisipasi kecelakaan oleh warga yang melintas saat ini.”

Untuk informasi, jalan darurat SKEP beberapa kali memakan korban kecelakaan akibat jalan yang cukup ekstrem. Di samping itu pihak Adhi Karya juga menempatkan alat berat untuk membersihkan jalan darurat ketika diperlukan.

Wabup Muchsin juga mengatakan, “Hari kedua ini kami memulai dari Jalan Pepalang – Berawang Gading. Kami memohon ada beberapa titik yang perlu dibantu oleh pemerintah pusat walaupun jalan tersebut jalan kabupaten tapi dengan kondisi yang sangat berat kami perlu bantuan dari pemerintah pusat untuk keamanan masyarakat. Selanjutnya, beberapa titik yang telah dilewati terdapat beberapa yang masih perlu penanganan dan beberapa titik yang sudah berjalan rehab rekon ini kami mohon untuk terus bisa bersama kita kawal baik dari kami pemerintah daerah maupun pusat.”

Secara keseluruhan, monev selama dua hari ini menjadi tindak lanjut dari monev bulan Juli lalu untuk memastikan seluruh pekerjaan rehab rekon berjalan sesuai target dan tepat waktu. Hasil temuan lapangan berupa kerusakan jalan kabupaten yang ekstrem, sawah dan kolam masyarakat yang masih membutuhkan kompensasi dan bantuan benih, fasilitas pendidikan yang harus direlokasi bangunannya, hingga progres jalan nasional Skep akan menjadi catatan dan feedback Satgas PRR Pusat kepada Kaposko dan kementerian terkait guna percepatan penanganan permanen di Aceh Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *