Aceh Tengah — Jembatan Bailey Berawang Gajah di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, resmi diresmikan dan mulai dimanfaatkan masyarakat, Rabu (2/9/2026). Kegiatan peresmian juga dirangkai dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut.
Peresmian jembatan turut dihadiri Ketua DPRK Aceh Tengah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Aceh Tengah, Camat Ketol, Kapolsek Ketol, Mukim Ketol, serta para Reje Desa Kala Ketol, Desa Burlah, Desa Kekuyang, Desa Burge Ara dan Desa Bintang Pepara.
Bupati Aceh Tengah diwakili Asisten II, sedangkan Kapolres Aceh Tengah diwakili. Kajari Aceh Tengah dan Ketua Forum Reje Ketol tercatat berhalangan hadir.
Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto mengatakan, peresmian Jembatan Bailey Brawang Gajah menjadi momentum penting bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses penghubung antardesa.
“Jembatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaannya juga dapat mendukung aktivitas perekonomian dan pelayanan masyarakat,” ujar Dandim.
Setelah prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang diikuti unsur TNI, pemerintah daerah, aparatur desa dan masyarakat. Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar Jembatan Bailey Brawang Gajah senantiasa memberikan manfaat dan digunakan dengan aman oleh masyarakat.
Jembatan Bailey tersebut memiliki panjang 39 meter, lebar 4 meter, dan kemampuan menahan beban hingga 20 ton. Jembatan melintasi sungai dengan lebar sekitar 25 meter dan ketinggian sekitar 7 meter.
Dandim menyampaikan, pembangunan hingga peresmian jembatan tersebut merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
“Yang paling utama adalah bagaimana jembatan ini dapat dijaga dan dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Jembatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Burlah sebanyak 103 kepala keluarga (KK) atau sekitar 300 jiwa, Desa Burge Ara 162 KK atau 560 jiwa, Desa Bintang Pepara 99 KK atau 250 jiwa, serta Desa Kekuyang sebanyak 392 KK atau 1.271 jiwa.
Dengan diresmikannya Jembatan Bailey Brawang Gajah, masyarakat dari desa-desa penerima manfaat kini memiliki akses penghubung yang diharapkan mampu menunjang aktivitas sehari-hari serta memperkuat konektivitas wilayah Kecamatan Ketol.






