Takengon, Pilargayonews.com – Suasana pilu menyelimuti masyarakat Aceh Tengah usai insiden maut yang menimpa seorang nelayan di perairan Danau Laut Tawar, Rabu (20/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.
Korban yang diketahui merupakan warga Desa Bom, Kecamatan Lut Tawar, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat sedang mencari ikan. Tubuh korban disebut-sebut ditemukan tidak bernyawa tak lama setelah petir menyambar di tengah derasnya hujan yang mengguyur kawasan tersebut.
Kabar mengejutkan ini pertama kali mencuat melalui unggahan media sosial Facebook milik Deny Zinger, yang kemudian viral dan memancing gelombang duka serta doa dari masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban maupun warga sekitar masih enggan memberikan keterangan resmi. Namun, sejumlah saksi mata menyebut kilatan petir terlihat begitu dekat dengan lokasi perahu korban sebelum akhirnya ia terjatuh.
“Suara petirnya sangat keras, beberapa orang di tepi danau juga kaget, tak lama kemudian terdengar kabar ada nelayan yang tersambar,” ungkap seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Tragedi ini menjadi tamparan keras akan bahaya laten yang mengintai para nelayan Danau Laut Tawar. Meski sekadar mencari nafkah, mereka harus berhadapan dengan alam yang tak bisa diprediksi—termasuk sambaran petir yang bisa merenggut nyawa dalam sekejap.
Masyarakat Aceh Tengah pun larut dalam duka mendalam. Doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir untuk keluarga korban.
“Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis salah satu warga di kolom komentar Facebook.
Insiden tragis ini diharapkan menjadi pengingat agar masyarakat, khususnya para nelayan, lebih waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem sebelum melaut di Danau Laut Tawar. **